Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Iva Kusdyarini mengatakan, dehidrasi merupakan ancaman yang perlu diwaspadai. Lantaran suhu udara panas dapat membuat cairan tubuh berkurang signifikan.
Meskipun demikian, Iva memastikan untuk Kota Jogja belum ada ancaman panas berlebih pemicu heat stroke.
Baca Juga: Terlalu Asyik Bermain Air, Tiga Wisatawan Terseret Arus Rip Current di Pantai Parangkusumo Bantul
Sebab rata-rata suhu udara di Yogyakarta saat musim kemarau masih di bawah 40 derajat celcius.
Adapun heat stroke merupakan gangguan kesehatan pada tubuh manusia yang terjadi jika menerima paparan panas berlebih.
Gejalanya meliputi pusing, kulit kering, pingsan hingga kejang karena tubuh gagal melakukan pendinginan tubuh.
“Untuk heat stroke saat ini belum perlu diwaspadai karena tidak sedang mengalami cuaca panas yang ekstrim,” ujar Iva saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Senin (13/4/2026).
Secara terpisah, Kepala Kelompok Analisis dan Prakirawan BMKG Yogyakarta International Airport (YIA) Romadi mengungkapkan, rata-rata suhu panas bisa mencapai 30 derajat celcius.
Prediksi tertingginya mampu mencapai 33 derajat celcius.
Romadi meminta agar masyarakat mewaspadai potensi peningkatan suhu secara drastis.
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Ambil Sikap Tegas, Tak Boleh Ada Intoleransi! GPdI Balong Mulai Dibangun
Lantaran di bulan ini telah memasuki musim kemarau. Perbandingannya cukup jauh selama musim penghujan yang suhu rata-ratanya hanya sekitar 26,5 derajat celcius.
“Kami imbau untuk minum air putih yang banyak untuk mengurangi dehidrasi,” pesannya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita