Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Dinkes Kota Jogja Ingatkan Bahaya Dehidrasi di Tengah Peralihan Musim, Begini Gejalanya

Iwan Nurwanto • Senin, 13 April 2026 | 19:29 WIB
Wisatawan menggunakan payung untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat cuaca panas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Selasa (17/3/2026).
Wisatawan menggunakan payung untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat cuaca panas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Selasa (17/3/2026).

JOGJA -  Cuaca terik yang terjadi di Kota Jogja dalam beberapa hari terakhir berpotensi membawa ancaman penyakit. Salah satunya dehidrasi atau kekurangan cairan akibat paparan panas suhu tinggi.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Iva Kusdyarini mengatakan, dehidrasi merupakan ancaman yang perlu diwaspadai. Lantaran suhu udara panas dapat membuat cairan tubuh berkurang signifikan.

Meskipun demikian, Iva memastikan untuk Kota Jogja belum ada ancaman panas berlebih pemicu heat stroke.

Baca Juga: Terlalu Asyik Bermain Air, Tiga Wisatawan Terseret Arus Rip Current di Pantai Parangkusumo Bantul

Sebab rata-rata suhu udara di Yogyakarta saat musim kemarau masih di bawah 40 derajat celcius.

Adapun heat stroke merupakan gangguan kesehatan pada tubuh manusia yang terjadi jika menerima paparan panas berlebih.

Gejalanya meliputi pusing, kulit kering, pingsan hingga kejang karena tubuh gagal melakukan pendinginan tubuh.

“Untuk heat stroke saat ini belum perlu diwaspadai karena tidak sedang mengalami cuaca panas yang ekstrim,” ujar Iva saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Distribusi Truk Koperasi Desa di Magelang Digenjot, Dilakukan Bertahap: Target 60 Unit Pekan Ini untuk Bantu Sarana Distribusi Produk Desa

Secara terpisah, Kepala Kelompok Analisis dan Prakirawan BMKG Yogyakarta International Airport (YIA) Romadi mengungkapkan, rata-rata suhu panas bisa mencapai 30 derajat celcius.

Prediksi tertingginya mampu mencapai 33 derajat celcius.

Romadi meminta agar masyarakat mewaspadai potensi peningkatan suhu secara drastis.

Baca Juga: Bupati Gunungkidul Ambil Sikap Tegas, Tak Boleh Ada Intoleransi! GPdI Balong Mulai Dibangun

Lantaran di  bulan ini telah memasuki musim kemarau. Perbandingannya cukup jauh selama musim penghujan yang suhu rata-ratanya hanya sekitar 26,5 derajat celcius.

“Kami imbau untuk minum air putih yang banyak untuk mengurangi dehidrasi,” pesannya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kekurangan cairan #cuaca panas #dehidrasi #heat stroke #Dinkes Kota Jogja