Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kelompok Desa Prima Parangtritis Mampu Berdayakan Perempuan, Kelola Sampah Sepanjang Pantai Jadi Bernilai Rupiah 

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 11 April 2026 | 08:01 WIB
BERDAYA: Pengolahan Sampah Plastik Berbasis Pemberdayaan Perempuan Desa Prima Parangtritis menjadi bahasan dalam Rembag Kaistimewan Jumat (10/4/2026). AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA
BERDAYA: Pengolahan Sampah Plastik Berbasis Pemberdayaan Perempuan Desa Prima Parangtritis menjadi bahasan dalam Rembag Kaistimewan Jumat (10/4/2026). AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA
JOGJA - Kelompok Desa Prima Mutiara Selatan di Parangtritis, Bantul berhasil memberdayakan perempuan dengan mengolah sampah menjadi sumber penghasilan. 

Program dukungan dana keistimewaan (Danais) ini tak hanya mengurangi persoalan sampah di kawasan wisata, tetapi juga meningkatkan ekonomi para anggotanya.

Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Rofiqoh Widiastuti mengatakan, sebanyak 169 Kelompok Desa Prima di 169 Kalurahan/kelurahan se-DIY telah didampingi.

Baca Juga: Dapat Player of The Match saat Lawan Persipal Palu FC, Striker Asing PSS Sleman Gustavo Tocantins Mengaku Belum Puas

Salah satunya di Desa Prima Mutiara Parangtritis yang fokus programnya adalah pengelolaan sampah.

"Di sana tahun 2024 mengajukan usulan pembuatan produk, kami mengajak untuk berdiskusi agar bisa menghasilkan produk di luar makanan dan melihat potensi yang benar-benar ada di wilayah setempat," ujarnya dalam Podcast Rembag Kaistimewan-Pengolahan Sampah Plastik Berbasis Pemberdayaan Perempuan Desa Prima Parangtritis di Kanal Youtube Paniradya Kaistimewan Jumat (10/4/2026).

Dari sana, muncul gagasan mengelola sampah plastik. Hal itu berdasarkan pada keresahan masyarakat sekitar akan banyaknya sampah yang timbul di sekitar objek wisata Parangtritis yang memang menjadi tujuan favorit para wisatawan.

Baca Juga: Waspada! Cuaca Labil, Hujan Lebat Masih Ancam DIY: Begini Penjelasan BMKG Yogyakarta

"Mereka melihat ada potensi besar yang bisa digarap yakni adanya sampah-sampah yang selama ini tidak terolah," katanya.

Anggota Desa Prima Mutiara Selatan sebagian besar merupakan ibu-ibu yang setiap harinya berdagang di sepanjang Pantai Parangtritis hingga Depok.

Mereka yang merasakan secara langsung problematika sampah, terlebih ketika kunjungan wisatawan di daerah tersebut meningkat.

"Kemudian kami didukung Danais mulai mengembangkan potensi itu dengan membuat tempat strategis pengumpulan sampah," paparnya.

Baca Juga: Gubernur DIY HB X Minta ASN di Pemkab Bantul Lebih Kreatif dan Inovatif untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Melalui bantuan keuangan khusus (BKK) Danais, mereka bersama-sama membuat tempat pengumpulan sampah.

Kemudian mulai mendatangkan mesin pencacah sampah plastik. Hal itu dilakukan agar pengelolaan sampah dapat berjalan maksimal mulai dari pengumpulan, proses hingga penjualan.

Peran DP3AP2 di antaranya adalah melakukan pemantauan perkembangan program pengelolaan sampah dari kelompok Desa Prima.

Baca Juga: Fokus Ganda PSIM Jogja; Jaga Performa di Kompetisi Sekaligus Kejar Club Licensing dan Siapkan Homebase Musim Depan

 Selain itu, dinas tersebut juga melakukan pengarahan termasuk memastikan bahwa program yang berjalan bisa menambah pendapatan para ibu-ibu.

"Kemarin ada lembaga dari PBB yang tertarik untuk scale up pergerakan ibu-ibu ini. Harapannya ini menjadi percontohan di daerah lain bahwa sampah bisa menjadi rupiah," tuturnya.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan penting dilakukan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Hasil Indonesia vs Vietnam ASEAN Futsal Championship 2026: Skuad Garuda Terbang ke Final

Namun, ia juga menyadari bahwa apapun bentuk program atau kegiatan yang melibatkan ibu-ibu harus bisa menghasilkan.

"Pemberdayaan perempuan pintu masuknya melalui ekonomi. Ibu-ibu itu tidak bisa diajak kegiatan kalau belum memastikan kebutuhan di rumah sudah tercukupi," ucapnya.

Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaitimewan DIY Nugraha Wahyu WInarna menambahkan, program yang sudah berjalan itu sangat bagus untuk pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Ala Guru Kulon Progo, Usung Lokalitas dan Budaya

Hasilnya juga bisa menjawab tantangan di era saat ini terkait dengan permasalahan sampah yang selalu ditemukan di daerah padat kunjungan.

"Parangtritis merupakan pusatnya wisata di DIY. Sampah umumnya menjadi problematika di kawasan yang ramai dikunjungi. Maka dari itu, program Desa Prima dalam pengelolaan sampah dan lingkungan ini menjadi gerakan yang bagus," ujarnya.

Danais dalam konteks ini berperan strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Baca Juga: PHRI Kulon Progo Was-Was Penurunan Okupansi Hotel dan Restoran Saat Harga Tiket Tinggi

Banyak alokasi yang digunakan untuk pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan melalui berbagai macam bentuk BKK.

Salah satunya yang digelontorkan di Desa Prima Mutiara Selatan itu.

"Kalau ada potensi-potensi yang bisa mendukung kesejahteraan masyarakat pasti kami dukung. Yang terpenting adalah keseriusan, komitmen, dan memang bisa membuahkan hasil," jelasnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Girona La Liga Sabtu 11 April 2026, Tekad Bangkit Los Blancos

Perwakilan Kelompok Desa Prima Mutiara Selatan Suwarni menyampaikan, awal mula program pengelolaan sampah terbentuk berangkat dari keresahan para pedagang terkait timbulan sampah di sepanjang Pantai Parangtritis.

Mereka melihat permasalahan tersebut akan berdampak buruk apabila tidak segera ditangani atau ditemukan solusinya.

"Kami dari Desa Prima berusaha untuk mengelola sampah itu agar bisa bersih lingkungannya dan menambah pemasukan," ujarnya.

 Baca Juga: WFH bagi Pegawai di Gunungkidul Diterapkan Hari ini: Harus di Rumah Saat Jam Kerja, Keluyuran Tanpa Alasan Kedinasan Disanksi Tegas

Seiring berjalannya waktu, solusi itu pun ditemukan. Sampah yang ada di sekitar Pantai Parangtritis kini bisa terolah bahkan bisa menambah pemasukan bagi para ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Desa Prima Mutiara Selatan.

"Kami sudah merasakan peningkatan ekonomi sejak November tahun 2025," bebernya.

Anggota kelompok tersebut ada 33 orang. Bantuan BKK Danais yang mereka dapatkan digunakan untuk pengadaan beberapa sarpras yang mendukung kegiatan pengelolaan sampah.

Baca Juga: Nahas, Siswa SMP Islamic Center Siak Riau Meregang Nyawa Terkena Senapan Pakitan Saat Praktikum Sains

Mulai dari pengadaan drop box sampah, alat pencacah hingga keranjang sampah.

Mekanisme pengumpulan sampah, dimulai dari pengambilan sampah di drop box dari para nasabah sampah.

Kemudian itu akan diambil dan dibawa ke TPS dan dipilah. Sampah tersebut kemudian mereka jual.

"Nantinya sampah ada juga yang akan dicacah agar nilai jualnya lebih tinggi," ucapnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#dana keistimewaan #Bantuan Keuangan Khusus #Paniradya Kaistimewan #pantai parangtritis #pengelolaan sampah