Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kala Brongkos Kantin Balai Kota Jogja Jadi Jamuan Petinggi Partai PDI Perjuangan, Kacang Tolo dan Koyor Jadi Saksi Bisu Pembahasan Rekonsolidasi Fiskal Kota Jogja 

Iwan Nurwanto • Kamis, 9 April 2026 | 20:11 WIB
NIKMAT: Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto didampingi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Eko Suwanto kala menikmati brongkos di kantin Balai Kota, Kamis (9/4/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
NIKMAT: Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto didampingi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Eko Suwanto kala menikmati brongkos di kantin Balai Kota, Kamis (9/4/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Ada momen unik dalam pertemuan antara Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Balai Kota Jogja, Kamis (9/4/2026).

Jika biasanya pertemuan petinggi partai dilakukan di restoran mahal. Hari itu, justru hanya di kantin balai kota dengan menu brongkos.

Meskipun terlihat sederhana, pembahasan antara kepala daerah dengan petinggi partai itu cukup serius. Hasto Kristiyanto mengangkat isu tentang rekonsolidasi fiskal di tengah situasi efisiensi.

Baca Juga: Gunakan Drone Thermal hingga Sisir Sejauh 10 Km, Pencarian Andika di Pantai Setrojenar Dihentikan meski Belum Ditemukan

Kacang tolo dan koyor yang disantap bak menjadi saksi pembahasan urusan pajak dan pendapatan daerah tersebut.

Hasto Kristiyanto mengatakan, diskusi terkait dengan fiskal memang menjadi atensi bagi partai. Karena Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah memberikan arahan. Sebagai bentuk sikap atas dampak dari serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di tingkat daerah dan imbas efisiensi anggaran.

“Ibu Mega mengeluarkan instruksi untuk melakukan rekonsolidasi fiskal,” ujar Hasto seusai santap siang.

Alumni SMA Kolese De Britto itu menyampaikan, jajaran pengurus berlambang banteng itu cukup khawatir dengan kondisi keuangan di daerah.

Baca Juga: Dijanjikan Kerja di Busan dan Gaji Rp 12 Juta, Warga Sewon Bantul Jadi Korban Scam di Kamboja

Apalagi di tengah kebijakan pemerintah pusat melakukan pemotongan anggaran transfer ke daerah yang membuat kabupaten/kota kesulitan mengelola anggaran.

Hasto menilai, dari hasil pertemuannya di Kota Jogja banyak hal yang bisa dicontoh oleh daerah lain. Misalnya inovasi dalam hal mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Menurutnya, Kota Jogja di kepemimpinan Hasto-Wawan mampu meraih pendapatan Rp  1 triliun dengan cara yang inovatif tanpa membebani masyarakat.

Kemudian juga terkait dengan rencana pengembangan kawasan Sungai Code sebagai destinasi wisata. Hal tersebut dipandang sebagai cara kreatif dari kepala daerah untuk membuat rakyat semakin produktif di tengah sulitnya perekonomian.

Baca Juga: Laga PSIM Jogja Kontra PSM Makassar, Kuota Tiket 7.500, Penjualan Belum Capai 50 Persen

Hasto pun mengusulkan kepada wali kota Jogja agar mengundang Mantan Wali Kota di Makassar Danny Pomanto untuk berbagi pengalaman.

Misalnya dengan menciptakan siklus kuliner 24 jam di Kota Jogja atau konsep The City Never Sleeps. 

Kendati banyak mengapresiasi, Mantan Anggota DPR RI itu juga memberikan catatan kepada Hasto Wardoyo semasa kepemimpinannya.

Misalnya soal peningkatan kerjasama dengan daerah tetangga dan penyediaan fasilitas ruang publik yang selama ini masih kurang.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Pemerintahan Efektif dan Andal, Capai Prestasi Nyata dalam 1,5 Tahun

"Itu yang kemudian menjadi tujuan saya ke sini, selain menikmati brongkos yang sangat luar biasa,” tandas Hasto.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Eko Suwanto menyampaikan, pemilihan menu brongkos untuk jamuan petinggi partai sebagai bentuk dukungan kepada ekonomi kerakyatan. Sekaligus mengenalkan potensi daerah kepada khalayak.

Eko menceritakan, pemilihan brongkos di balai kota bermula dari jadwal kunjungan Hasto Kristiyanto ke kantor kepala daerah Kota Jogja. Kemudian ditemukan ada tempat makan terdekat di area kantin kantor wali kota.

Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Bebas Impor BBM, Dorong Elektrifikasi 100 Gigawatt

Ketika ditanya mengapa tidak memilih restoran mewah yang biasanya menjadi tempat berkumpulnya para pejabat. Eko menegaskan bahwa kader partai memiliki tanggung jawab untuk bersentuhan langsung dengan usaha masyarakat kecil.

“Orang partai ya harus mengonsumsi di tempat-tempat masyarakat berusaha, begitu," tegasnya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Petinggi Partai #hasto wardoyo #PDI Perjuangan #brongkos #Hasto Kristiyanto