JOGJA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan kritik terhadap pengadaan motor listrik yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dan mobil pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kritik tersebut disampaikan Hasto Kristiyanto di Balai Kota Jogja, Kamis (9/4/2026).
Usai melakukan pertemuan dan makan brongkos di kantin balai kota bersama wali kota Hasto Wardoyo, wakil wali kota Wawan Harmawan, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Eko Suwanto.
Hasto mengatakan, presiden Prabowo memiliki misi untuk mengembangkan manufaktur otomotif dalam negeri.
Namun yang dilakukan oleh jajarannya di BGN dan KDMP justru melakukan impor besar-besaran dari luar negeri.
“Ini kan tidak senafas dengan visi misi dan tekad dari Presiden Prabowo yang ingin membangun kemandirian industri nasional kita,” ujar Hasto seusai melakukan pertemuan.
Alih-alih mendukung pengadaan kendaraan dari luar negeri untuk BGN dan KDMP.
Hasto lebih menyarankan agar dua badan pemerintah pusat itu mengoptimalkan potensi masyarakatnya sendiri. Contohnya seperti Gojek yang berhasil mengintegrasikan antara rakyat yang memiliki sepeda motor dengan platform transportasi daring.
Disinggung apakah pengadaan motor BGN dan mobil KDMP merupakan pemborosan, Alumni SMA Kolese De Britto itu menyebut seharusnya pemerintah bisa menerapkan skala prioritas. Yakni dengan mengedepankan kemampuan rakyat untuk berproduksi.
“Ruang daerah-daerah untuk membangun daya dorong pergerakan ekonomi rakyat ini yang seharusnya difasilitasi oleh pemerintah pusat,” tegasnya.
Hasto pun menilai, kebijakan pemerintah untuk melakukan pengadaan kendaraan BGN dan KDMP di tengah situasi efisiensi sangat tidak pas. Menurutnya, lebih baik pemerintah melakukan evaluasi terhadap program makan bergizi gratis agar benar-benar berguna bagi kepentingan rakyat.
“Misalnya diprioritaskan di daerah-daerah tertinggal, agar anak-anak kita memiliki kecukupan gizi sehingga dapat meningkatkan kecerdasan bagi anak-anak Indonesia,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin