JOGJA - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey melakukan kunjungan ke Stasiun Tugu Jogjakarta Rabu (8/4). Dalam kunjuungan ini, salah satu rencana yang dibahas adalah penataan kawasan transportasi heritage.
"Jadi tadi hasil diskusinya, kami ingin ada penataan kawasan, utamanya untuk transportasi, gitu. Kemudian ya studi bersama untuk kawasan-kawasan heritage," ujar GKR Mangkubumi yang turut mendampingi kunjungan Dominic Rabu (8/4).
Baca Juga: Ribuan Warga Sambeng Datangi Polresta Magelang, Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen untuk Izin Tambang
Kajian kawasan heritage, lanjutnya, bertujuan agar setiap bangunan atau kawasan yang bernilai sejarah tidak rusak dan hilang. Mengingat, banyak situs dan bangunan di DIY erat dengan peninggalan Inggris maupun Belanda.
Menurutnya, pihak Inggris sangat fokus terhadap pengembangan transportasi kereta api (KA). Sebab, Jogja juga menempati posisi ketiga stasiun terpadat se-Indonesia. Namun, dalam hal luasan stasiun masih relatif kecil. "Jadi bagaimana kita sama-sama untuk pengembangan kereta api bisa bermanfaat bagi masyarakat," bebernya.
Baca Juga: Program Zero Jalan Rusak Masuk RKPD 2027 Kulon Progo, Targetnya 2029 Tercapai
Mengenai dampak yang dirasakan masyarakat, pihaknya menilai pembangunan transportasi yang baik akan cukup berdampak dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Bahkan, dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengusulkan adanya akses transportasi KA sampai ke wilayah selatan DIY. "Kalau bisa keretanya sampai Bantul," ucapnya.
Pihak Keraton Jogja, lanjutnya, siap memfasilitasi dalam lahan untuk pengembangan transportasi ini.
Sementara itu, Dominic Jermey menyebut, kemitraan infrastruktur Inggris-Indonesia bernama MELAJU, Inggris mendukung transisi menuju sistem mobilitas perkotaan yang rendah karbon dan terintegrasi. Dukungan ini mencakup penyusunan panduan implementasi Transit-Oriented Development dan Land Value Capture, serta bantuan teknis yang diperlukan untuk meletakkan dasar perencanaan e-mobility yang inklusif.
Baca Juga: Jogja Printing Expo 2026 Resmi Dibuka, Tampilkan Teknologi Percetakan Modern
"Inggris berkomitmen untuk terus memperdalam kerja sama dengan Jogjakarta dan wilayah sekitarnya demi masa depan yang lebih bersih, lebih inklusif, dan lebih sejahtera," ucapnya.
Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, rencana layanan KA sampai ke Bantul bisa dilakukan. Namun tidak dengan cara reaktivasi jalur KA yang pada zaman penjajahan pernah melintas di daerah sana. “Karena rel yang dulu itu sudah tertutup bangunan-bangunan," ujarnya.
Moda kereta yang memungkinkan untuk diwujudkan adalah kereta yang berjalan di aspal. Konsepnya seperti transportasi trem. Sebab, itu tidak harus membangun rel baru atau mengaktifkan rel KA lama. "Studi tentang itu sudah berjalan tiga tahunan, saat ini masih dalam proses di kedutaan besar," bebernya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita