Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disdag Kota Jogja Tidak Bisa Lakukan Pengendalian Harga, Imbau Masyarakat Kurangi Kantong Plastik di Tengah Meroketnya Harga

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 6 April 2026 | 21:21 WIB
Penjual jajanan keliling mengemas dagangannya menggunakan kantong plastik di Jalan DI Panjaitan, Jogja, kemarin (6/4). Meroketnya harga plastik kian membebani pelaku usaha kecil. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Penjual jajanan keliling mengemas dagangannya menggunakan kantong plastik di Jalan DI Panjaitan, Jogja, kemarin (6/4). Meroketnya harga plastik kian membebani pelaku usaha kecil. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di tengah meroketnya harga. Lantaran upaya pengendalian harga tidak bisa dilakukan karena plastik bukan merupakan komoditas pokok.

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, komoditas plastik berada di luar jangkauan pengawasan ketat pemerintah. Karena tidak termasuk dalam kategori bahan pokok maupun barang penting.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Selangit, Pelaku UMKM di Jogja Menjerit; Rela Mengurangi Untung agar Tak Buntung

Sehingga, kata dia, pemkot tidak bisa melakukan intervensi maupun pengendalian harga benda yang digunakan sebagai kemasan produk tersebut. Upaya yang bisa dilakukan dinas hanya mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

“Plastik itu bukan produk yang termasuk diawasi di kami. Berdasarkan tugas pokok fungsi kami, komoditas yang menjadi concern pengawasan adalah bahan pokok dan barang penting yang sudah ditentukan jenisnya,” ujar Riswanti saat dikonfirmasi lewat telepon, Senin (6/4).

Dia mengaku, pihaknya sudah menerima laporan dari pedagang pasar tradisional mengenai lonjakan harga plastik. Menurutnya, kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya harga dari tingkat pabrik atau produsen.

Terkait potensi dampak terhadap inflasi, Riswanti tidak menampik adanya kemungkinan pengaruh pada harga jual produk lain di pasar. Sebab plastik merupakan komponen utama pengemasan barang belanjaan.

"Secara logika pasti ada kemungkinan berpengaruh kepada sistem pedagang dalam menentukan harga,” katanya.

Riswanti menilai, momentum kenaikan harga plastik justru bisa sebagai ajang edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Baca Juga: Pedagang Pasar Beringharo Jogja Keluhkan Kenaikan Harga Plastik, Meroket hingga Dua Kali Lipat, Minta Pembeli Bawa Tas Belanja

Karena selain menghemat biaya bagi pedagang dan pembeli. Hal itu juga sejalan dengan upaya penanganan masalah sampah di Kota Jogja. Sebab di masa darurat sampah yang terjadi belum lama ini, sampah plastik cukup mendominasi produksi sampah di Jogja.

"Kami akan melakukan kampanye edukasi agar masyarakat membawa wadah sendiri dari rumah saat belanja ke pasar. Misalnya membawa tumbler atau wadah tertutup lainnya," tandasnya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Kota Jogja #Dinas Perdagangan #plastik #komoditas