JOGJA - Sejumlah pedagang di Pasar Beringharjo kini tengah menghadapi permasalahan akibat harga plastik yang meroket. Langkah inovasi dan edukasi kepada pembeli tengah dilakukan agar pengeluaran untuk membeli plastik tidak kian membengkak.
Salah seorang pedagang sayuran Ida Chabibah mengatakan, kenaikan harga plastik membuat pedagang kebingungan. Bagaimana tidak, kenaikannya dua kali lipat dibandingkan harga normal. Plastik kemasan satu kilogram isi 100 misalnya, dulu dihargai Rp 4.500, tapi sekarang sudah menyentuh Rp 9.000.
Meski menghadapi masalah ini, Ida memilih tidak menaikkan harga komoditas yang dijualnya. Termasuk memberikan tambahan biaya bagi pembeli yang ingin menggunakan plastik sekali pakai.
“Saya mengatasinya kalau belinya banyak jadikan satu (plastik) aja. Kalau dulu kan satu item satu plastik,” ujar Ida saat ditemui, Senin (6/4).
Ida menambahkan, di tengah tingginya harga plastik dirinya juga mulai mengedukasi pembeli untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Misalnya dengan meminta pembeli untuk membawa tas ketika berbelanja.
Lantaran jika pembeli terus menerus menggunakan plastik sekali pakai, maka tentu akan memberatkan pedagang. Sebab mau tidak mau harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli plastik kemasan.
“Karena kami kalau mau naikin produk juga tidak bisa. Maunya saya pengen niru di area Surabaya, pakai koran. Tapi kayaknya susah kalau di Jogja,” ungkapnya.
Sementara pemilik usaha biji kopi di Pasar Beringharjo Kun Hariana menyampaikan, sudah menyiapkan siasat menghadapi harga plastik yang meroket. Yakni dengan mengganti kemasan kopi menggunakan kertas atau alternatif kemasan yang lebih murah.
Diakui, meroketnya harga plastik memang sangat memberatkan kalangan pedagang. Sehingga saat ini dia memilih untuk tidak membeli plastik baru dan sementara menggunakan plastik stok lama yang dibeli sebelum harga naik dua kali lipat.
"Kemarin saya mau beli satu pack ukuran tiga kilo isi 100 lembar harganya Rp 85 ribu. Sekarang rata-rata sudah Rp 171 ribu. Jadi tidak beli, pakai yang masih saja,” bebernya.
Salah satu karyawan toko plastik di Pasar Beringharjo, Hermawan mengungkap harga plastik kemasan sudah naik sejak bulan puasa. Sebagai contoh, plastik kresek ukuran satu kilo sebelum puasa harganya Rp 3.100, tapi sekarang sudah Rp 5.500.
Namun dia belum bisa memastikan terkait penyebab kenaikan harga plastik. "Kurang tahu penyebabnya, tiba-tiba naik, begitu saja,” ungkapnya.
Sementara itu, harga plastik di berbagai daerah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi ini juga terjadi di Bantul dan banyak dikeluhkan oleh penjual plastik maupun pedagang warung sembako.
Penjual plastik di Pandansari, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Sukasih, 51, mengatakan, peningkatan harga plastik mulai terasa sejak pertengahan bulan puasa dengan kenaikan yang terjadi secara bertahap.
Contohnya, plastik kresek ukuran jumbo super isi 50 pcs dengan lebar 50 × 55 × 75 centimeter yang sebelumnya dihargai Rp 28 ribu kini menjadi Rp 40 ribu. Selain itu, plastik kresek dengan berat satu kilogram isi 100 pcs yang sebelumnya Rp 4.000 naik menjadi Rp 5.500.
“Faktornya mungkin karena perang (Timur Tengah, Red),” katanya saat ditemui di kiosnya, Senin (6/5).
Akibat kenaikan harga itu, jumlah pembeli pun menurun. Jika sebelumnya dalam sehari bisa melayani sekitar 10 pembeli, kini hanya satu hingga dua orang saja.
“Sekarang permintaannya sepi kalau sehari sedikit banget,” bebernya.
Sementara itu, pedagang plastik sekaligus pedagang sembako di Pasar Ngipik Banguntapan Bantul Jumakir, 59, mengatakan, kenaikan harga plastik juga terjadi di lapaknya.
Baca Juga: Harga Plastik Naik Selangit, Pelaku UMKM di Jogja Menjerit, Rela Mengurangi Untung agar Tak Buntung
Kantong kresek ukuran dua kilogram yang sebelumnya seharga Rp 6 ribu kini menjadi Rp 9 ribu. Selain itu, kantong kresek ukuran 3 × 40 × 70 centimeter juga mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu. “Saya merasakan kenaikan dari 10 hari yang lalu,” katanya.
Dampak dari kenaikan harga itu terpaksa ia membanderol kantong plastik ukuran 3 × 40 × 70 centimeter seharga Rp 1.000 bagi pembeli sembako yang membutuhkan plastik berukuran besar di kiosnya. Hal ini dilakukan karena masih banyak pembeli yang tidak membawa kantong belanja sendiri meskipun harga plastik naik. “Tapi kalau kantong plastik yang ukuran kecil ya masih saya gratisin,” terangnya.
Namun untuk permintaan kantong plastik ganda, ia mengaku sudah tidak berani memberikan. Kenaikan harga plastik dinilai dapat memengaruhi penurunan omzet penjualan. (inu/cin/laz)
Editor : Herpri Kartun