JOGJA - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan saat jenazahnya tiba pada Sabtu (4/4) pukul 22.51. Tangis keluarga pecah menyambut kepulangan almarhum yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon.
Sejak sore, keluarga, kerabat, dan warga sekitar telah berkumpul di rumah duka di Dusun Deyangan, Mertoyudan. Mereka menunggu dengan sabar hingga akhirnya iring-iringan jenazah tiba. Begitu peti jenazah diturunkan, suasana hening berubah menjadi isak tangis.
Sejumlah anggota TNI dan aparat setempat turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Peti jenazah diselimuti bendera Merah Putih. Begitu sampai di dalam rumah, keluarga, warga, maupun dari satuannya silih berganti melakukan salat jenazah.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyebut, proses pemulangan jenazah dilakukan secara bertahap sejak tiba di Indonesia. Jenazah terlebih dahulu tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan diterima secara resmi oleh otoritas bandara serta keluarga.
Sejumlah pejabat negara turut menyampaikan penghormatan dan belasungkawa, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Dari Jakarta, jenazah diterbangkan ke Bandara Adisutjipto Jogja sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Magelang. Rombongan TNI kemudian mengawal perjalanan jenazah hingga tiba di kediaman keluarga.
Piek menjelaskan, almarhum merupakan prajurit yang bertugas di lingkungan Kesehatan Kodam IX/Udayana sebagai bintara perawat. Ia tergabung dalam Kontingen Garuda yang menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
Sebelum berangkat ke Lebanon, almarhum telah menunjukkan tekad kuat untuk mengabdi di kancah internasional. "Almarhum sudah tiga kali mendaftar untuk menjadi anggota kontingen Garuda. Akhirnya berhasil lolos dan bertugas bersama pasukan PBB," jelasnya.
Sebelumnya, dua jenazah itu dipulangkan bersama satu prajurit lainnya, yakni Kapten Inf. Zulmi Aditya, melalui penerbangan militer dari Turki menuju Indonesia. Mayor Anumerta (Anm) Zulmi Adityo dimakamkan di TMP Cimahi, Jawa Barat.
Setibanya di Tanah Air, ketiga jenazah sempat disemayamkan di Bandara Soekarno-Hatta sebelum diberangkatkan ke daerah asal masing-masing. Khusus untuk dua prajurit yang memiliki keterkaitan dengan wilayah DIJ, prosesi penghormatan dilaksanakan di Bandara Adisutjipto.
Kedua jenazah tiba di Bandara Adisutjipto sekitar pukul 21.15, disusul upacara penghormatan militer pada pukul 21.45. Sepuluh menit berselang, kedua jenazah diberangkatkan ke rumah duka masing-masing di Kulon Progo dan Magelang.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi dalam pelaksanaan misi internasional.
"Saya mengucapkan bela sungkawa. Ini peristiwa yang harapannya tidak terulang kembali. Kesepakatan internasional dalam penugasan dari PBB harus bisa konsisten dilaksanakan," ujarnya.
Selain itu, HB X juga menekankan perlunya kejelasan atas penyebab insiden yang merenggut nyawa prajurit TNI itu. "Perlu diidentifikasi betul, ini kealpaan atau kesengajaan. Tuntutan kita ada di situ, di PBB. Semoga bisa dilaksanakan dengan baik," tuturnya.
Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menegaskan, TNI akan memberikan perhatian penuh kepada keluarga yang ditinggalkan. "Saat ini kita fokus pada pemakaman terlebih dahulu. Setelah itu, pasti akan ada advokasi maupun bantuan yang diberi kepada keluarga almarhum," katanya. (aya/iza/laz)
Editor : Herpri Kartun