JOGJA- Kirab Budaya Peringatan Mangayubgaya 80 tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X berlangsung meriah, Kamis (2/4/2026). Para peserta dan warga antusias menyaksikan jalannya prosesi kirab.
Pantauan Radar Jogja, rombongan kirab mulai bergerak sekitar pukul 08.00. Dari kantong-kantong parkir, mereka berkumpul di Titik Nol Kilometer. Dilanjutkan berjalan bergantian, secara berurutan menuju ke Pagelaran Keraton Jogja.
Spanduk yang bertuliskan nama kalurahan dibentangkan di barisan paling depan. Setiap kalurahan membawa hasil bumi sebagai hadiah yang akan diberikan kepada rajanya. Salah satu pemandangan yang menarik adalah para warga yang antusias menyaksikan kirab.
Salah seorang warga Banguntapan, Bantul Monica Rubiyati mengatakan pihaknya berangkat sekitar pukul 07.00 dari rumahnya. Bersama dengan tiga orang temannya, ia menggunakan sepeda motor untuk datang menyaksikan agenda yang kali pertama diadakan itu.
Baca Juga: Bek Manchester United Harry Maguire Kena Sanksi FA, Ini Dia Alasannya
"Pengen nonton seperti apa kirabnya, kemudian pengen ikut berbahagia mangayubagya Yuswo Dalem Sultan Ke 80," ujarnya saat ditemui di kawasan Alun-Alun Utara, Jogja, Kamis (2/4/2026).
Perempuan paro baya itu bercerita sering menyaksikan upacara adat yang digelar oleh Keraton Jogja. Bahkan, dirinya masih ingat ketika upacara adat Jumenengan atau penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi Raja Keraton Jogja pada tahun 1989.
"Saat itu saya masih muda, saat Ngarso Dalem (ND) di wisuda (jumenengan)," bebernya.
Saat menyaksikan kirab, ia juga mendapatkan makanan khas dari Kabupaten Bantul yakni entul-entul dari rombongan kirab. Makanan tersebut berasal dari ubi yang dicampur dengan katul.
Baca Juga: Lionel Scaloni: Suatu Keistimewaan Jika Messi bermain di Piala Dunia 2026 Bersama Argentina
"Ini makanan tradisional, kalau orang Jogja biasanya pasti tahu," ucapnya.
Dalam momen Mangayubagya Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke 80 tahun tersebut, ia berharap agar Raja Jogja itu diberi kesehatan dan umur panjang serta bijaksana dalam momong seluruh rakyat Jogjakarta.
Salah seorang warga dari Sleman yang juga menyaksikan kirab, Satwika mengatakan motivasi dirinya datang juga untuk ikut merayakan peringatan ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X ke 80. Selain itu, menurutnya kirab semacam itu baru pertama kali dilakukan di Jogja.
"Ternyata antusiasmenya luar biasa, tapi memang beberapa akses jalan menuju ke sini sulit kalau datangnya agak telat," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin