KULON PROGO - Kronologi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon di Lebanon Selatan akhirnya terungkap. Prajurit TNI ini gugur saat melaksanakan salat Isya akibat serangan mortir dari Israel.
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel (Inf) Dimar Bahtera menjelaskan kronologi lengkap insiden yang menimpa anak buahnya itu. Pihaknya menerima informasi, anggota Brigif yang bernama Praka Farizal meninggal dunia pada Minggu (29/3).
Baca Juga: Dosen UMY Soroti Pelanggaran Hukum Internasional atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
"Kronologinya, sedang salat Isya dan terkena mortir yang jatuh di sekitar area," ucap Kolonel Inf Dimar, Rabu (1/4). Dimar menyampaikan, Farizal saat itu sedang bertugas di kawasan Pos Pasukan Perdamaian.
Saat memasuki waktu salat pada waktu setempat, Farizal menjalankan salat Isya di masjid. Letak masjid masih berada di kawasan markas pasukan perdamaian.
Naasnya, saat menjalankan salat di area masjid justru terkena mortir yang berasal dari Israel. Serangan memang tak mengarah langsung ke masjid atau pasukan yang sedang salat. Namun dampak kerusakan akibat serangan itu membuat sejumlah pasukan luka-luka. Termasuk Praka Farizal yang mengalami luka akibat serpihan mortir dan berakhir gugur dalam pengabdian misi perdmaian.
"Artileri jatuh di samping masjid, dan kebetulan ada pasukan yang sedang salat," ucapnya.
Kolonel Dimar mengenal sosok Praka Farizal sebagai adik dan bawahannya. Lantaran dirinya merupakan kelahiran Kulon Progo yang sama dengan Farizal. Selama bekerja di Brigif, Farizal merupakan prajurit yang berdedikasi tinggi. Tugasnya di bagian Provost Brigif sangat profesional, yang membuat senior maupun junior banyak meneladani sosoknya.
Sebelum ke Lebanon, Praka Farizal sempat bertugas di Papua. Selama bertugas di Papua, kinerjanya tergolong apik. Bahkan misi di Papua dijalani dengan kesuksesan. Takdirnya berlanjut saat rekrutmen pasukan perdamaian di Lebanon. Proses seleksi yang panjang mengantarkan Praka Farizal bertugas sebagai pasukan perdamaian.
Baca Juga: Dinsos Bantul Kembali Sediakan Bantuan Jamkesus, Tahun Ini Sasar 250 Penyandang Disabilitas
Ia menyampaikan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Mabes TNI terkait kepulangan Praka Farizal. Ia baru memastikan upacara pemakaman akan digelar secara militer sebagai wujud penghormatan ke pahlawan.
Soal pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadon, Kolonel Dimar menyampaikan, upaya memperoleh kepastian terus dilakukan. Namun hingga kini belum ada kejelasan kapan pemulangan dilakukan.
Mengingat kondisi Timur Tengah masih memanas dengan eskalasi konflik yang ada. "Jenazah baru bisa dipulangkan jika suasana cukup kondusif," ucapnya.
Ia menjelaskan, eskalasi konflik yang tak segera menurun tensinya menyebabkan kepulangan jenazah tak bisa dilakukan. Pasalnya, penerbangan dan ruang gerak mobilitas terbatas.
Saat ini, jenazah telah dievakuasi dari TKP serangan artileri ke markas utama PBB. Skema kepulangan jenazah harus mengikuti prosedur yang ada. Dimulai dari proses otopsi oleh UN, jenazah juga akan melalui proses repatriasi.
Baca Juga: Kronologi Terungkap: Praka Farizal Rhomadhon Terkena Serangan Mortir Israel Saat Salat Isya
Pada tahapan ini, dokumen cukup penting sebagai pengantar kepulangan ke Tanah Air. Tahap selanjutnya, proses mobilisai yang dilakukan satgas untuk keluar Lebanon.
Mengingat, penerbangan sipil di Lebanon ditutup untuk sementara waktu. Sehingga, memerlukan penerbangan dari bandara sekitar, seperti Yordania. "Penerbangan yang mengatur Kemenlu dan atase Kemenhan," ujarnya.
Proses pemulangan dilanjutkan dengan penerbangan internasional menuju Tanah Air. Dimungkinkan mendapat penghormatan di Mabes TNI sebagai pahlawan. Dimungkinkan setelah penghormatan, jenazah dapat dibawa ke kampung halaman untuk menjalani pemakaman secara militer.
Ia menjelaskan, dirinya akan memimpin langsung pemakaman anak buahnya. Lantaran, Mabes TNI meminta langsung agar jenazah dimakamkan secara militer dipimpin Komandan Brigief tempat Praka Farizal bertugas.
"Saya yang ditugaskan, jadi pemimpin upacara pemakaman," ungkapnya. Menurutnya, keluarga khususnya istri telah menerima keadaan yang ada. Setelah kabar gugurnya Praka Farizal, pihaknya telah menjelaskan kronologi dan pemulangan korban. Istri TNI juga diminta mendampingi istri Praka Farizal.
Sementara itu, Lurah Sidorejo Sutrisno menyampaikan, jenazah akan dikebumikan di Kalurahan Sidorejo. Hal itu merupakan permintaan keluarga agar dimakamkan di sekitar kampung halaman. "Letaknya di TPU sekitar 500 meter dari rumah duka," ungkapnya. (gas/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita