Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wasapada! BMKG Sebut Suhu Udara pada Musim Pancaroba Diprediksi Maksimal 33 Derajat Celcius 

Iwan Nurwanto • Rabu, 1 April 2026 | 20:27 WIB
Wisatawan menggunakan payung untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat cuaca panas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Selasa (17/3/2026).
Wisatawan menggunakan payung untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat cuaca panas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Selasa (17/3/2026).
JOGJA - Kondisi cuaca dengan suhu udara panas terasa di Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi tersebut akan terjadi hingga memasuki musim kemarau.

Kepala Kelompok Analisis dan Prakirawan BMKG Yogyakarta International Airport (YIA) Romadi mengatakan, berdasarkan pantauannya suhu udara mulai meninggi sejak memasuki pekan terakhir bulan Maret. Suhu tertinggi tercatat pada tanggal 25 Maret 2026 dengan suhu 32 derajat celcius.

Dia menyebut, bahwa suhu udara di DIY diprediksi terus meninggi hingga bulan depan. Lantaran pada April kemungkinan telah memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Miris! Ayah di Kuwarasan Tega Rudapaksa Anak Kandung sejak 2024

Suhu tertinggi diprediksi dapat mencapai kisaran 33 derajat celcius, naik signifikan dibandingkan selama musim penghujan yang berada di kisaran 26,5 derajat celcius.

“Memang ada peningkatan suhu temperatur yang maksimalnya bisa mencapai 33 celcius untuk wilayah DIY,” ujar Romadi saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).

Namun meski mengalami peningkatan suhu. Romadi memastikan bahwa peningkatan suhu yang terjadi selama pancaroba dan kemarau bukan merupakan gelombang panas yang berbahaya.

Baca Juga: Banjir Diskon, Atraksi Budaya, hingga Lari Maraton Peringati Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang

Kendati begitu, dia meminta agar masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan gangguan kesehatan selama masa peralihan musim. Lantaran dapat mengakibatkan dehidrasi jika mengalami kekurangan cairan.

“Kami imbau untuk minum air putih yang banyak untuk mengurangi dehidrasi,” pesan Romadi.

Disamping mewaspadai potensi cuaca panas. Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung menyampaikan, selama masa pancaroba perubahan cuaca secara mendadak. Seperti dari panas terik di siang hari menjadi hujan deras di sore atau malam hari.

Baca Juga: Mantan Bupati Ikut Diperiksa, Kasus Korupsi Mini Zoo Kejari Purworejo Periksa 48 Saksi

Feri menyatakan, kondisi tersebut terjadi karena adanya Gelombang Rossby yang membuat penumpukan awan hujan. Kemudian juga pola konvergensi di sekitar Laut Jawa dan terjadinya belokan angin di Samudera Hindia. 

“Kondiai tersebut membuat pertumbuhan awan hujan terjadi siginfikan di wilayah Pulau Jawa,” jelasnya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #Yogyakarta #musim kemarau #Suhu Panas