Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Efisiensi, Hasto Kaji Pakai Sepeda ke Balai Kota Jogja dan Akan Batasi BBM Kendaraan Dinas

Iwan Nurwanto • Rabu, 1 April 2026 | 23:45 WIB

 

Even rutin tahunan Pemkot Jogja bertajuk Yogowes di TBEG Minggu (7/12/2025).
Even rutin tahunan Pemkot Jogja bertajuk Yogowes di TBEG Minggu (7/12/2025).

 

JOGJA – Pemkot Jogja menyiapkan sejumlah skenario efisiensi mulai disiapkan, jika nantinya ada arahan dari pemerintah pusat untuk diterapkan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, penekanan efisiensi yang akan diterapkan adalah membangun kesadaran bersama.

 Khususnya untuk tidak terlalu sering menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak di tengah ancaman krisis seperti sekarang.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Minta BUMD Jadi Pengungkit Pendapatan Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi

“Kami mendorong penggunaan sepeda atau sepeda listrik karena jauh lebih efisien,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (31/3).

Mantan Bupati Kulon Progo itu menegaskan, penggunaan sepeda juga bisa diaplikasikan kepada para siswa sekolah untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat. Sebab sudah ada imbauan dari kemendikbudristek agar siswa berjalan kaki atau bersepeda.

Hasto menilai di Kota Jogja jarak antara rumah siswa dengan sekolah juga tidak terlalu jauh. Namun ada opsi lain dengan menyiapkan mobil shuttle untuk penjemputan siswa pada titik-titik tertentu. 

Baca Juga: Banjir Diskon, Atraksi Budaya, hingga Lari Maraton Peringati Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang

Dua kebijakan tersebut dinilai tidak hanya menghemat BBM. Namun juga mendorong ketertiban dan penegakan aturan larangan penggunaan sepeda motor ke sekolah.

 “Kami ingin mengkondisikan agar mereka (siswa sekolah) tidak boros BBM dan lebih tertib,” kata Hasto.

Hasto juga menyiapkan skema plafonisasi BBM untuk kendaraan dinas di Pemkot Jogja. Implementasinya dengan pembatasan jatah BBM. Mobil dinas hanya diberikan jatah lima liter per hari, sementara sepeda motor dinas satu liter hari.

Baca Juga: Demo Pegawai PT MTG, Disnaker Sleman akan Lakukan Mediasi Maksimal 30 Hari

Hasto yakin, skenario tersebut akan efektif untuk menghemat anggaran BBM hingga 30 persen.

Sekaligus membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga keluar wilayah tugas. Karena jika melebihi plafon, maka anggaran BBM wajib ditanggung pribadi oleh pengguna kendaraan.

“Selama ini banyak mobil dinas yang digunakan untuk keperluan jauh hingga keluar, seperti ke Bantul, Kulon Progo, atau Sleman,” ungkapnya.

Baca Juga: Miris! Ayah di Kuwarasan Tega Rudapaksa Anak Kandung sejak 2024

Baharuddin Kamba salah satu orang tua siswa di Kota Jogja menilai imbauan siswa agar berjalan kaki atau bersepeda merupakan kebijakan positif.

Namun perlu diarahkan agar lebih strategis. Bahkan pejabat publik perlu memulai terlebih dahulu supaya memberikan contoh kepada masyarakat.

Kamba menilai, imbaun tersebut memiliki dampak baik karena menjadi bagian pola hidup sehat. Selain itu juga mengurangi polusi serta menghemat penggunaan konsumsi BBM.

“Imbauan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum yang lebih besar, misalnya memperkuat penggunaan transportasi umum di Kota Jogja,” katanya. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#bbm kendaraan dinas #Hasto #efisiensi #balai kota #sepeda