JOGJA - Gubernur DIJ Hamengku Buwono X prihatin atas gugurnya prajurit TNI asal Kulon Progo Praka Farizal Rhomadhon serangan Israel di Lebanon. "Ya, saya ikut prihatin,” ujarnya di sela kunjungannya ke Balai Kota Jogja, Selasa (31/3).
Raja Jogja ini menyadari risiko bagi prajurit TNI memang selalu menyertai jika bertugas di negara konflik. Lantaran hal itu sudah menjadi konsekuensi atau pengorbanan bagi prajurit sejak awal ditugaskan.
"Yang namanya di daerah konflik itu konsekuensinya akan jauh lebih, mungkin ada korban, daripada tempat yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Meski begitu, HB X berharap Praka Fahrizal merupakan korban terakhir dari warga DIJ akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Dia pun ingin agar peperangan antarbeberapa negara itu segera mereda.
"Jadi risiko itu ada. Tapi harapan saya ini yang terakhir. Jangan ada korban lagi,” katanya.
Sementara itu, gugurnya Praka Farizal akibat serangan artileri Israel memberikan luka mendalam bagi orang yang ditinggalkan. Lantaran sosoknya dikenal sebagai pemuda yang aktif di masyarakat.
Dukuh Ledok Wakidi menyampaikan, kabar meninggalnya Praka Farizal telah diterima sejak Senin, (30/3). Farizal bertugas di satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL sejak 2025.
Sebelumnya, ia telah berkarir di militer sejak 2017 dan ditugaskan di Yonif 113/JS Brigif 25/ Suwah Dam Im. "Setelah lulus SMA mendaftar di TNI. Sering pulang saat Lebaran," ucap Wakidi, Selasa (31/3).
Wakidi menyampaikan, terakhir kali bertemu dengan Farizal saat Lebaran 2025. Saat itu, ia bersama istri dan anaknya pulang kampung di Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah.
Dirinya tak menyangka, pertemuan saat Salat Id itu akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Farizal. Baginya, Farizal merupakan pemuda yang aktif di masyarakat.
Bahkan saat sebelum menjadi TNI, Farizal aktif di kegiatan kepemudaan seperti karang taruna di tingkat padukuhan ataupun kalurahan. Sosoknya tergolong supel di masyarakat, sehingga mudah bergaul dengan orang lain. "Orangnya baik tidak neko-neko. Dari kecil juga tidak pernah nakal," ungkapnya.
Kebaikan Praka Farizal terus berlanjut hingga berkarir di militer. Sebagai perantauan yang jauh dari kampung halaman, Praka Farizal tak segan membantu dalam kegiatan masyarakat. Beberapa kali kegiatan yang berhubungan dengan kemasyarakatan Farizal kerap mengirimkan donasi ke kampung halaman.
Pantauan Radar Jogja di rumah duka, karangan bunga dan masyarakat yang bertakziah terus berdatangan. Hanya saja, keluarga hingga kini belum menerima kepastian kepulangan jenazah Praka Farizal.
Info terakhir, jenazah Praka Farizal dipulangkan paling cepat, Rabu (1/4). Akan tetapi jadwal ini masih belum tetap. Lantaran melihat kondisi eskalasi militer yang masih memanas kini. (gas/laz)