JOGJA- Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat ada kenaikan mobilitas orang selama periode Lebaran tahun ini dibandingkan sebelumnya. Beberapa catatan evaluasi juga disampaikan, khususnya terkait kepadatan lalu lintas di area GP Tol Purwomartani.
"Mobilitas orang ada kenaikan dari tahun kemarin. Sementara ini sudah ada sekitar 8,3 juta," ujar Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).
Data tersebut merupakan akumulasi yang dihitung mulai H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran. Tahun sebelumnya, ada sekitar 6 juta kendaraan masuk DIY. Artinya ada kenaikan 2 juta mobilitas kendaraan di tahun ini dalam periode yang sama.
Kenaikan tersebut tentu berpotensi menyebabkan permasalahan lalu lintas baru. Pihaknya menyoroti titik lokasi kepadatan lalu lintas selama Lebaran di DIY. Salah satunya di gerbang tol Purwomartani. Di sisi lain, jalan sekitar GT Purwomartani bisa menjadi penyeimbang untuk mengurai kepadatan lalu lintas apabila tol Prambanan penuh.
"Menjadi salah satu solusi ketika masyarakat mau keluar dari DIY melalui Tol Purwomartani," bebernya.
Dilihat dari aspek kelancaran, lanjut Erni, dibukanya tol secara fungsional saat Lebaran secara umum sudah baik. Namun, diakui bahwa fakta di lapangan masih banyak pemudik yang tersasar pada jalur tikus. Mayoritas disebabkan karena mereka mengikuti arahan Google Maps agar terhindar dari kemacetan.
"Padahal kami kan sudah memberikan informasi adanya jalur-jalur alternatif yang disediakan dan sudah dipastikan aman oleh petugas," tuturnya.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pembelajaran untuk ke depannya agar masyarakat atau pemudik tidak sembarangan dalam memilih jalur. Sebab, sudah ada jalan alternatif yang lebih lebar untuk dilalui.
"Jalur alternatif (yang kecil) itu jalur tikus yang memang tidak kami rekomendasikan," jelasnya.
Ia juga tidak menampik beberapa kepadatan lalu lintas, khususnya di kota, disebabkan masih adanya parkir liar. Padahal, pemerintah sudah mengatur dan menindak dengan tegas para pelaku parkir liar.
"Beberapa kemarin sudah digembosi, itu sebenarnya salah satu upaya penegakan peraturan," tegasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin