Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Open House di Kepatihan, Ribuan Orang Antre sejak Pagi, Rela Tak Jualan demi Bisa Bersalaman dengan Sultan HB X

Agung Dwi Prakoso • Senin, 30 Maret 2026 | 21:42 WIB
Ratusan masyarakat mengantre sejak pagi untuk mengikuti acara silaturahmi di Kepatihan, Jogja, Senin (30/3). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
Ratusan masyarakat mengantre sejak pagi untuk mengikuti acara silaturahmi di Kepatihan, Jogja, Senin (30/3). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

 

JOGJA - Antusiasme masyarakat untuk menghadiri  open house  Gubernur Hamengku Buwono X dan  Wagub Paku Alam X cukup tinggi. Buktinya, ribuan warga rela antre sejak pagi untuk datang ke acara silaturahmi di Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (30/3). 


Bahkan beberapa di antaranya rela tidak berdagang untuk bisa bertemu dan bersalaman dengan pemimpinnya. Pantauan Radar Jogja, sekitar pukul 08.00 ratusan orang sudah mengular untuk mengantre masuk ke lokasi acara di Bangsal Kepatihan. 


Padahal dalam jadwal, acara dimulai pukul 10.00. Namun, keinginan masyarakat sangat tinggi. Salah seorang pengunjung asal Bantul Supartini mengaku ia berangkat bersama rombongan desanya. 

Baca Juga: Momentum Bersejarah! Lurah dan Pamong di DIY Akan Adakan Kirab Peringati Hari Ulang Tahun Raja Keraton Ngayogyakarta: Ruas Jalan Ini Akan Ditutup


Ada tiga bus yang berangkat bersama sejak pukul 07.00. "Total ada 60-an orang, berasal dari tiga desa," ujarnya saat saat ditemui di Kompleks Kepatihan. 
Mereka tahu informasi acara ini dari media sosial. Setelah mendapatkan informasi, mereka lalu membagikannya ke grup WhatssApp kampung dan ternyata banyak warga yang antusias  ikut. "Aku pengen banget cari berkah dari Pak Sri Sultan," ungkapnya.


Ia mengaku baru kali pertama mengikuti open house atau silaturahmi di Kepatihan. Tujuannya bisa bertemu Gubernur HB X. Tidak hanya rela datang lebih awal, ia juga rela tidak berjualan agar tidak kehilangan momentum ini. 


"Sampai aku libur ini, gak jualan makanan dan roti," ucap perempuan yang setiap harinya berdagang di Pasar Imogiri, Bantul itu.

Baca Juga: Saluran Septictank di Teras Malioboro 1 Jogja Meledak, Tiga Wisatawan asal Jawa Tmur Alami Luka Bakar dan Dilarikan ke Rumah Sakit


Pengunjung lain asal Bangunharjo, Bantul, Endah mengatakan datang bersama teman-temannya berjumlah enam orang. Mereka naik motor dan sampai di Kepatihan sekitar pukul 08.00. "Harapannya ya bisa ketemu Sultan. Kalau orang Jawa itu istilahnya ngalap berkah," jelasnya.


Dia mengaku sering mengikuti acara sejenis yang digelar di tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, ia juga aktif datang ketika Keraton Jogja menggelar acara atau upacara adat yang biasa dihadiri masyaarakat. 


Semakin siang anteran masyarakat yang datang ke Kepatihan semakin panjang. Prediksinya ada lebih dari lima ribu orang. "Prediksi yang datang 5 ribu sampai 10 ribu. Pukul 12.00 sudah close. Pak gubernur ada tamu duebs dari negara lain," ungkap Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Penyelenggaraan acara silaturahmi ini digabung dengan puncak Hari Jadi ke-271 DIJ. Tahun lalu, acara semacam ini tidak diselenggarakan, ehingga tahun ini antusiasmenya tinggi. "Tujuan hari ini untuk silaturahmi kepada masyarakat dan mitra kerja juga," bebernya.


Gubernur HB X beserta istri  GKR Hemas dan Wagub Paku Alam X beserta GKBRAA Paku Alam sejak pukul 10.00 berdiri dan menyambut tamu. Diawali dengan sekprov DIJ dan seluruh OPD lingkungan pemprov, prosesi berjabat tangan dimulai.

Baca Juga: Wisata Sport di Jogja, Beberapa Lapangan Padel di Jogja yang Seru untuk Dicoba


Kepala Satpol PP DIJ Bagas Senoadji menyebut telah menyiagakan sekitar 50 personel untuk mengamankan acara ini. Ia juga bekerjasama dengan kepolisian dan PMI DIJ serta beberapa pihak terkait.


 "Masyarakat harus melalui pemeriksaan logam atau metal detector yang dijaga petugas, sebelum ke Bangsal Kepatihan," ujarnya.

adib 
Pantauan Radar Jogja, pukul 11.00 gerbang masuk Kepatihan sudah ditutup. Antrean mengular hingga ratusan meter. "Semua tas besar juga wajib dititipkan di Bale Mangu, agar tidak mengganggu ketika antre," bebernya. (oso/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sekprov #bangsal kepatihan #pemprov #open house #Gubernur Hamengku Buwono X