Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Momentum Bersejarah! Lurah dan Pamong di DIY Akan Adakan Kirab Peringati Hari Ulang Tahun Raja Keraton Ngayogyakarta: Ruas Jalan Ini Akan Ditutup

Agung Dwi Prakoso • Senin, 30 Maret 2026 | 20:57 WIB
Jumpa Pers kirab Peringatan Mangayubgaya 80 tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (30/3/2026). (AGUNG DWI PRAKOSO/ RADAR JOGJA)
Jumpa Pers kirab Peringatan Mangayubgaya 80 tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (30/3/2026). (AGUNG DWI PRAKOSO/ RADAR JOGJA)

 JOGJA - Lurah dan pamong kalurahan di DIY akan menggelar kirab Peringatan Mangayubgaya 80 tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Kamis (2/4/2026).

Sebanyak 12 ribu warga dari seluruh kalurahan/kelurahan di DIY akan memadati Titik Nol Kilometer hingga Keraton Jogja.

Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan "NAYANTAKA" Gandang Hardjanata mengatakan, kirab tersebut akan menjadi monumental. Sebab, agenda merupakan kali pertama dilakukan pascakemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Baca Juga: Imbang 1-1 dari Kendal Tornado FC Adalah Hasil yang Adil;  Riko Simanjuntak Nilai PSS Masih On the Track

"Kegiatan wujud cinta kasih warga Jogja terhadap rajanya," ujarnya saat ditemui di Kantor Sekretariat Nayantaka," katanya Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kirab tersebut murni inisiatif dari para lurah dan pamong. Sebab, mereka menilai Sri Sultan HB Ka 10 memberikan contoh kepemimpinan dalam melayani masyarakat.

"Kami berharap bisa memberikan sumbangsih dan semangat di usia beliau," bebernya.

Baca Juga: Absennya Dion dan Injaï Jadi Masalah Kedalaman Skuad saat Lawan Kendal Tornado FC, Jehan Pahlevi Jadi Tandem Gustavo Tocantins di Stadion Sriwedari

Kirab itu juga sebagai bentuk ucapan terimakasih. Sebab, masyarakat di kalurahan telah diberikan dukungan melalui tanah lungguh hingga Sultanaat Grond yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Dari kota ada 46 lurah, seluruh kabupaten ada 362 lurah. Beserta warganya diperkirakan ada sekitar 10.000 hingga 12.000 yang akan ikut kirab," jelasnya.

Para lurah dan pamong akan mengenakan pakaian adat Yogyakarta. Kemudian masyarakat akan menggunakan pakaian batik. Rencananya, mereka akan ditemui langsung oleh Sri Sultan HB Ka 10 di Pagelaran Keraton Jogja.

Baca Juga: Disabilitas Unik, Alat Harus Diukur dan Disesuaikan: Ohana Training Center Dibuka di Sleman, Pusat Pelatihan Spesialis Kursi Roda Adaptif

Tak hanya kirab, mereka dari masing-masing kalurahan juga akan membawa buah tangan yang disebut Glondong Pengarem-arem yang akan diberikan kepada Sri Sultan HB Ka 10 sebagai hadiah.

Buah tangan itu berupa hasil bumi atau komoditas yang menjadi potensi di daerah masing-masing.

"Saya dapat info, nantinya setelah diterima Ngarso Dalem, buah tangan akan dipasrahkan kepada bupati dan akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan," jelasnya.

Baca Juga: Persiapan Musim Kemarau, DLH Gunungkidul Mulai Berikan Pakan pada Monyet Ekor Panjang untuk Tekan Serangan Lahan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, akan memberlakukan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas secara total sejak pukul 06.00 WIB hingga acara selesai.

Penutupan akan dilakukan mulai dari sisi utara di Teteg Malioboro hingga ke arah selatan.

"Seluruh jalan sirip yang bermuara ke Malioboro baik dari sisi barat seperti Jalan Sosrowijayan, Dagen, Pajeksan, Beskalan, dan Reksobayan, maupun dari sisi timur seperti Jalan Perwakilan, Suryatmajan, dan Pabringan juga akan ditutup secara menyeluruh," ujarnya.

Baca Juga: Saluran Septictank di Teras Malioboro 1 Jogja Meledak, Tiga Wisatawan asal Jawa Tmur Alami Luka Bakar dan Dilarikan ke Rumah Sakit

Dishub juga akan menyiapkan 16 titik kantong parkir termasuk di Jalan Sriwedani dan Ketandan. Pengaturan lokasi akan diatur sesuai dengan kabupaten/kota.

"Sudah ada plot plotnya, harapannya lalu lintas bisa jalan dengan lancar dan aman," jelasnya. (oso)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kirab #Titik Nol Kilometer #HB X #Raja Keraton Ngayogyakarta #Sri Sultan Hamengku Buwono X #keraton jogja #Pamong #lurah