Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kabar Baik! Pemkot Jogja Tambah Kuota Kursi di SMPN 10 Jogja pada PPDB 2026, Ini Alasannya..

Iwan Nurwanto • Senin, 30 Maret 2026 | 19:37 WIB
DIRAPIKAN: Pekerja menyelesaikan proses proyek pembangunan di SMP Negeri 10 Kota Jogja, (DOK. RADAR JOGJA)
DIRAPIKAN: Pekerja menyelesaikan proses proyek pembangunan di SMP Negeri 10 Kota Jogja, (DOK. RADAR JOGJA)

JOGJA - Pemkot Jogja menambah kuota kursi untuk SMPN 10 Jogja pada PPDB 2026.

Langkah ini untuk menjawab ketimpangan distribusi sekolah negeri di Kota Jogja.

Terlebih di wilayah Kemantren Umbulharjo yang masih minim ketersediaan sekolah jenjang menengah negeri.

Baca Juga: Andi Odang Cetak Gol Debut, Persak Kebumen Kandaskan PSIM U-20 di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, orang tua dan siswa yang berada di Umbulharjo tidak lagi bingung untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri.

Hasto mengakui, bahwa kesiapan fisik sekolah memang masih berproses.

Jika memang nantinya peminat siswa baru di SMPN 10 Jogja membludak, sudah menyiapkan solusi dengan mengoptimalkan gedung-gedung sekolah dasar (SD) di Umbulharjo.

Baca Juga: Baru Gali Tanah untuk Pondasi, Dua Buruh di Sleman Tertimpa Rumah yang Ingin Direnovasi

“Saya paksakan sedikit, meskipun belum punya gedung sendiri kami sudah terima siswa. Sementara menggunakan gedung SD dulu supaya kebutuhan warga Umbulharjo akan SMP negeri segera tercukupi,” ujar Hasto saat ditemui di Taman Budaya Embung Giwangan Senin (30/3/2026).

Hasto menjelaskan, optimalisasi gedung SD dilakukan karena menurutnya sampai saat ini kuotanya masih belum terpenuhi.

Dari total kapasitas SD di Kota Jogja yang berjumlah 3.700 kursi baru 2.700 yang sudah terisi.

Baca Juga: Bejat! Sudah Empat Tahun Guru Mengaji di Kebumen Tega Cabuli Enam Santrinya, Modus Minta Datang Lebih Awal

Hasto menyayangkan adanya 1.000 kursi kosong yang tidak termanfaatkan tersebut.

Sebab sejatinya fasilitas sekolah sudah sangat mumpuni. Karena fasilitas gedung, guru, dan biaya operasional yang tersedia sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Oleh karena itu, seiring dengan menambah kuota SMP di Kemantren Umbulharjo, politisi berlatar belakang dokter spesialis kandungan itu juga memaksa kepala sekolah untuk lebih proaktif.

Baca Juga: Ledakan Saluran Limbah di Teras Malioboro Jogja, 3 Wisatawan Asal Madura Alami Luka Bakar Parah

Misalnya dengan melakukan jemput bola promosi ke lembaga pendidikan dini.

Dicontohkan, seperti keberhasilan upaya tersebut di SDN Pakualaman. Melalui pendekatan door-to-door ke PAUD, jumlah pendaftar yang semula hanya 5 anak melonjak menjadi 25 anak.

"Ini bukti bahwa aparatur sipil kita, guru, dan kepala sekolah masih perlu lebih promotif. Jangan hanya menunggu, tapi tawarkan program sekolah kita ke PAUD agar masyarakat tahu ada fasilitas negeri yang berkualitas dan gratis," tegasnya.

Baca Juga: Antisipasi Potensi Lonjakan Kasus Campak, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi  

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengakui, ketersediaan SMP negeri di Umbulharjo minim. Lantaran hanya ada SMPN 10 Jogja.

Budi menegaskan, kebijakan tersebut bukan melakukan pembangunan sekolah baru. Melainkan penambahan jumlah rombongan belajar (rombel) atau kuota siswa di sekolah yang sudah ada.

Dia merinci daya tampung SMP negeri di Kota Jogja semula berjumlah 3.520 kursi. Lewat kebijakan tersebut kini meningkat menjadi 3.584 kursi.

Baca Juga: Arus Balik Libur Lebaran Selesai, Pemudik Masih Memadati YIA Kulon Progo

Atau ada penambahan 64 kursi tersebut berasal dari dua rombel baru di SMPN 10 Jogja.

“Ini sebetulnya untuk menambah akses bagi warga Kota Jogja yang tempat tinggalnya di selatan,” terangnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#PPDB 2026 #tambah kursi #sekolah negeri #SMPN 10 Jogja #Pemkot Jogja #ketimpangan