Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kota Jogja Torehkan PAD Rp 1 Triliun, Hasto Wardoyo Pastikan Program Kemanusiaan Dilanjutkan 

Iwan Nurwanto • Senin, 30 Maret 2026 | 03:30 WIB

 

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan

 

 

Di satu tahun masa jabatannya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memastikan sejumlah program yang sudah dijalankan bakal dilanjutkan. Khususnya yang memberikan langsung kepada masyarakat.

Hasto mengatakan, program seperti bedah rumah untuk warga miskin dan pelayanan kesehatan bagi lansia merupakan prioritas utama. Sehingga tahun ini program-program tersebut akan kembali dijalankan agar lebih banyak memberi manfaat kepada masyarakat.

“Hal-hal yang menyangkut nilai kemanusiaan insyaAllah pasti kami teruskan di 2026," ujarnya saat ditemui Jumat (27/3).

Baca Juga: Mengenal El Nino dan La Nina: Dampaknya bagi Cuaca Global dan Indonesia

Mantan Kepala BKKBN itu mengklaim di satu tahun jabatannya sejumlah hal dinilai cukup berhasil. Contohnya dari segi pendapatan asli daerah (PAD). Pada 2025 Kota Jogja mampu mencatat pendapatan hingga Rp 1 triliun.

Hasto menilai, capaian tersebut merupakan rekor baru yang patut dibanggakan. Lantaran dalam beberapa tahun terakhir PAD di Kota Jogja selalu maksimal di angka Rp 800-an miliaran saja. “Biasanya itu Rp 830 miliar, naik ke Rp 850 miliar dan naiknya pelan. Tapi khusus dari 2024 ke 2025 meloncat dari Rp 830 miliar menjadi Rp 1 triliun lebih sedikit. Nah, itu salah satu capaian yang saya syukuri,” kata Hasto.

Selain dari segi pendapatan, Hasto menyampaikan bahwa berbagai indikator kesejahteraan masyarakat telah mencapai target yang ditetapkan. Mmulai dari kesehatan, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

Baca Juga: Papan Tengah Belum Jaminan Aman, PSIM Jogja Masih Dibayangi Risiko di Sisa Delapan Laga

Hasto juga mengklaim keberhasilan dalam aspek nonformal. Khususnya terkait manajemen sampah perkotaan. Dia menyebut rekonstruksi sosial melalui perubahan perilaku masyarakat mulai membuahkan hasil. "Depo tidak untuk menumpuk sampah lagi, tapi hanya untuk transit saja,” katanya.

Meskipun beberapa hal patut dibanggakan, politisi PDI Perjuangan itu mengakui masih ada beberapa permasalahan yang masih harus segera diselesaikan. Pekerjaan rumah (PR) besar terkait kesenjangan sosial (gini ratio) dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Tidak Pakai KBPU, Pembangunan Titik PJU Permukiman Sleman Sepenuhnya akan Gunakan APBD

Hasto menarget, pada tahun-tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi di Kota Jogja harus mampu berada di atas lima persen sesuai arahan pemerintah pusat. Hal tersebut menjadi fokus karena pertumbuhan ekonomi yang baik akan berdampak pula pada kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang masih sekitar lima persen, jadi saya merasa belum sukses untuk pertumbuhan ekonomi dan kesenjangan sosial,” katanya. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Hasto #kemanusiaan #PAD #PDI Perjuangan #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo