News Sport Jogja 24 Jam Opini Weekend Visual Report

Efek WFA dan Pecah Arus Balik, Penumpang KA di Daop 6 Jogja Tetap Tinggi Hingga H+7

Fahmi Fahriza • 2026-03-28 19:30:01
para penumpang kereta api di Stasiun Tugu Jogja selama periode mudik lebaran
para penumpang kereta api di Stasiun Tugu Jogja selama periode mudik lebaran
 
 
 
JOGJA - Arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Jogja masih menunjukkan angka tinggi hingga H+7. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total volume penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat dan datang mencapai 64.961 orang pada Sabtu (28/3) hingga pukul 11.00 WIB.
 
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.024 penumpang tercatat berangkat dari wilayah Daop 6 Jogja, sementara 32.947 penumpang tiba di sejumlah stasiun di wilayah yang sama. Angka ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah hingga akhir hari.
 
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja Feni Novida Saragih mengatakan, meskipun puncak arus balik telah terjadi beberapa hari sebelumnya, secara kalkulasi volume penumpang masih tetap tinggi.
 
"Hari ini atau H+7 Lebaran, KAI Daop 6 mencatat jumlah penumpang yang berangkat dan datang masih tinggi, masing-masing masih tembus 32 ribu," ujarnya.
 
Ia menjelaskan, tingginya mobilitas penumpang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang mendorong masyarakat untuk memecah arus balik, serta adanya kebijakan work from anywhere (WFA) hingga 29 Maret 2026.
 
"Puncak arus balik telah terjadi pada 24 Maret, tapi volume arus balik yang tinggi masih akan terjadi hingga 29 Maret," jelasnya.
 
Dari sisi keterisian kursi, KAI Daop 6 mencatat tingkat penjualan tiket selama masa Angkutan Lebaran periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 531.914 tiket atau sekitar 99 persen dari total kapasitas 532.830 tempat duduk.
 
Meski demikian, Feni berujar bahwa masih tersedia 16.555 kursi yang dapat dipesan hingga akhir masa angkutan Lebaran.
 
"Masyarakat diingatkan untuk segera melakukan pemesanan tiket arus balik agar tidak kehabisan,"  tambah Feni.
 
Adapun stasiun dengan volume keberangkatan dan kedatangan tertinggi masih didominasi Stasiun Jogjakarta, Stasiun Solo Balapan, serta Stasiun Lempuyangan.
 
Di sisi lain, tingginya arus balik juga mulai diwarnai kembalinya mahasiswa perantau ke Jogja untuk melanjutkan aktivitas akademik. Salah satunya Muhammad Ridwan, mahasiswa asal Mojokerto yang tengah menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
 
Ia mengaku memilih kembali ke Jogja sesegera mungkin setelah lebaran untuk melanjutkan proses penyusunan skripsi.
 
"Saya balik ke Jogja sekarang karena sudah harus bimbingan skripsi lagi," ulasnya.
 
Meski tidak berangkat pada puncak arus balik, Ridwan menilai kondisi di stasiun dan kereta masih cukup padat.
 
"Walaupun bukan puncaknya, tapi masih ramai. Di kereta juga masih ramai, jadi memang harus siap dari jauh-jauh hari," katanya. (iza)
Editor : Heru Pratomo
#UGM #stasiun tugu #PT KAI Daop 6 Jogjakarta #Kereta Api #wfa #arus balik lebaran