JOGJA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap ukir sejarah baru di kancah nasional.
Kota Jogja terpilih menjadi lokasi pencanangan Hari Filateli Nasional 2026 tepat di hari ulang tahun Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) yang ke-104.
Kegiatan ini akan diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI sekaligus Ketua Umum PFI, Fadli Zon, di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (29/3/2026).
Baca Juga: Bunga Bermekaran di Pemakaman Gaza Palestina, Warganet Ulik Fenomena Unik
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PFI Mahpudi menyampaikan, alasan Kota Jogja dipilih menyelenggarakan event tersebut lantaran Jogja dikenal sebagai kota budaya.
Jogja dinilai memiliki ekosistem yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat merawat sejarah melalui selembar pranko.
Ia menjelaskan FPI merupakan organisasi yang sudah lama dibentuk, yang kini berusia satu abad lebih.
"Organisasi kami berdiri sejak 1922, salah satu yang tertua di Indonesia. Insyaallah mulai tahun ini akan ditetapkan sebagai Hari Filateli Nasional," ucapnya di Kantor Pos Besar Jogjakarta, Sabtu (28/3/2026) siang.
Mahpudi berharap kegiatan ini dapat memacu semangat masyarakat khususnya anak muda turut mendorong, agar pranko atau filateli itu menjadi medium menarik mempromosikan budaya.
Dalam kesempatan kali ini, publik Jogja juga akan diajak bernostalgia dengan peluncuran Cap Slogan.
Mengingat tradisi menyematkan stempel pesan khusus pada surat atau kartu pos ini sempat meredup ditelan zaman.
"Mudah-mudahan ini menjadi pelopor di kantor pos-kantor pos yang lain. Memanfaatkan surat, memanfaatkan kartu pos untuk mempromosikan informasi tentang pembangunan, tentang wisata, tentang budaya dan lain sebagainya dalam bentuk slogan," lanjutnya.
Baca Juga: John Herdman Puji Animo Suporter Timnas Indonesia di SUGBK: Sangat Istimewa
Kepala Kantor Pos Yogyakarta Bebi Ahmed Jo Pical mengapresiasi kegiatan positif ini.
Sebab menurutnya, pranko memiliki filosofi yang dalam, yakni menyampaikan cerita bangsa dalam setiap kepingnya.
"Semangat filateli ini sejalan dengan jati diri Jogja yang menjunjung tinggi nilai sejarah dan kearifan lokal. Kami harap ini menjadi media edukasi bagi generasi muda agar tidak lupa pada akarnya," cetusnya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja, Yetti Martanti menjelaskan filateli memiliki posisi penting dalam ekosistem kebudayaan.
Sehingga menurutnya, pemilihan Taman Budaya Embung Giwangan dinilai strategis karena kawasan ini berkembang sebagai pusat kegiatan budaya di wilayah Kota Jogja di bagian selatan.
"Filateli bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari perjalanan sejarah dan identitas bangsa. Perangko telah menjadi medium budaya yang merekam tokoh, peristiwa, dan lanskap secara permanen. Di Jogja, filateli menjadi cara merawat ingatan kota dan mewariskannya ke generasi mendatang," tandasnya. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva