JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY akan menggelar open house atau silaturahmi Idul Fitri di Bangsal Kepatihan Senin (30/3). Rencananya, pelaksanaan akan dilakukan sederhana dengan menggandeng puluhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai penyedia makanan.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, konsep sederhana dengan mengubah hidangan tidak mengurangi esensi acara. Konsep baru itu justru menghidupkan eksositem usaha kecil di Jogajakarta. "Besok kami akan menyediakan menu angkringan, ada sekitar 70 angkringan dan makanan lainnya," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (27/3).
Baca Juga: Simpang Tempel Jadi Jalur Batas Provinsi Terpadat di DIJ, Dishub Sleman Sebut Arus Kendaraan Masih Terkendali
Acara tersebut terakhir terlaksana pada tahun 2024. Tahun 2025 tidak terlaksana, berbarengan dengan adanya pemangkasan anggaran. Pelaksanaan silaturahmi Idul Fitri tahun ini diharapkan bisa dimaksimalkan dengan niat atau spirit silaturahmi.
Terpisah, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya (Koordinator Humas) IKP Dinas Kominfo DIY Ditya Nanaryo Aji menambahkan, acara tersebut terbuka untuk umum. Bukan hanya masyarakat yang berada di sekitar Kepatihan Jogja. Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, masyarakat dari Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul juga turut datang.
Namun dia memastikan, acara tersebut hanya dibuka selama dua jam. Mulai pukul 10.00 hingga 12.00. Setelah itu, gerbang utama Kepatihan akan ditutup. "Biasanya antrean sudah panjang dari pagi. Kita habiskan antrean yang ingin bersalaman dengan beliau (HB X, Red)." Jelasnya.
Rencananya, tidak hanya HB X yang hadir. Namum juga GKR Hemas, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X beserta istrinya GKBRAy Adipati Paku Alam X.
Dia pun mengimbau, agar masyarakat yang datang untuk berpakaian sopan. Tidak diperkenankan menggunakan sandal jepit dan berswafoto maupun video. “Nanti ada tim dari Humas Pemprov DIY yang akan mengambil foto. Hasilnya akan dibagikan ke masyarakat melalui link untuk di-download," ucapnya.
Bagi para penyandang disabilitas, panitia juga menyediakan pelayanan khusus seperti ramp (bidang landai). Selain itu juga alurnya akan dibedakan dari masyarakat umum.
"Ada alur khusus untuk disabilitas dan diutamakan," tegasnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita