JOGJA- Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah dengan target produksi perikanan tangkap tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Secara keseluruhan di semua kabupaten, tahun ini ditargetkan produksi perikanan tangkap mencapai 7.584 ton.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Catur Nur Amin mengatakan target 7.584 ikan tangkap tersebut didasarkan pada potensi sumber daya ikan dan peningkatan kapasitas nelayan.
Pemerintah berdamai dengan nelayan perlu untuk bersinergi dalam mencapai target tersebut.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Saint Kitts Nevis FIFA Series 2026
"Kami optimistis target tersebut dapat tercapai secara optimal," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).
Target ikan tangkap terbanyak ada di Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah sebesar 4.257 ton.
Selain terdapat banyak pantai dan jumlah nelayan aktif yang banyak.
Di sana juga memiliki dua pelabuhan perikanan utama yang aktif beroperasi, yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng di Girisubo dan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing di Panggang.
"Target terbesar kedua yakni di Kabupaten Kulon Progo 2.125 ton dan Bantul 837 ton," bebernya.
Baca Juga: Curhatan Warganet Viral, Jadi Korban Pelecehan Seksual hingga Pemerkosaan Pelaku Seniman di Solo
Sleman ditargetkan 92,8 ton dan Kota Jogja 2,9 ton.
Dua kabupaten tersebut ditargetkan tidak banyak memproduksi ikan tangkap sebab tidak memiliki kawasan pantai.
"Kontribusi ikan tangkap berasal dari aktivitas penangkapan di perairan umum darat," tuturnya.
Puncak produksi perikanan ikan tangkap tahun ini diproyeksikan terjadi pada triwulan IV dengan prediksi hasil sebanyak 2.225,61 ton.
Kemudian tangkapan paling menurun pada triwulan II dengan prediksi hasil tangkapan sebesar 1.577,53 ton.
"Target tahun ini meningkat dibandingkan target produksi perikanan tangkap pada 2025 yang sebesar 7.000 ton," jelasnya.
Beberapa perbaikan fasilitas pelabuhan telah dilakukan sebagai dukungan untuk mencapai target produksi ikan tangkap tahun ini.
Selain itu, pemberian bantuan alat tangkap hingga alat bantu seperti rumpon juga dilakukan.
"Selain itu, kami juga mendorong penerapan praktik penangkapan yang berkelanjutan agar peningkatan produksi tetap sejalan dengan upaya pelestarian ekosistem," ucapnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin