JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Hasto mengklaim timbulan sampah selama masa libur Lebaran tidak terlalu signifikan.
Persentase kenaikannya hanya tujuh persen dibandingkan hari-hari biasa.
Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq mengatakan, jumlah tujuh persen itu hanya sekitar 20 ton per hari.
Baca Juga: Tinjau Tanggul Jebol di Pekalongan, Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Tanggul dan Sungai Bremi
Adapun rata-rata timbulan sampah harian di Kota Jogja berkisar 300 ton. Alhasil, selama masa libur Lebaran timbulannya sekitar 320 ton. Pada tahun lalu timbulan sampah bisa mencapai 360 ton.
Dia menyebut penambahan produksi sampah terjadi sejak dua hari setelah Lebaran atau mulai Minggu (22/3/2025).
Kondisi tersebut diklaim tidak terlalu berpengaruh terhadap beban pengolahan sampah.
“Kegiatan pengelolaan kami tidak terganggu, dibuktikan sekarang tidak ada tumpukan di jalan maupun depo,” ujar Rajwan, Kamis (26/3/2026).
Mantan Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Jogja itu mengungkap bahwa produksi sampah selama masa libur Lebaran didominasi sampah organik.
Berupa sisa makanan limbah rumah makan dan restoran.
Rajwan mengaku sudah menyiapkan skema pengolahan jenis sampah tersebut untuk pakan ternak melalui offtaker.
Skemanya, sampah organik dikumpulkan oleh penggrobak di titik poin masing-masing kelurahan lalu langsung diangkut. “Jadi depo tidak terpengaruh,” tegasnya.
Disinggung mengenai timbulan sampah pada kawasan wisata favorit seperti Tugu Malioboro dan Kraton (Gumaton).
Baca Juga: Ditinggal Beli Makanan, Gudang Sampah di Bantul Terbakar
Rajwan memastikan sudah menyiapkan penanganan khusus dengan mengoptimalkan TPS3R Nitikan.
Menurutnya, penurunan volume sampah pada musim lebaran tahun ini juga dipicu tingginya kesadaran masyarakat dan wisatawan.
Khususnya dalam menindaklanjuti Surat Edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengenai langkah meminimalisasi sampah.
Baca Juga: Ratusan Karya Siswa SMP Dipamerkan di TBY, Perayaan Proses Kreatif dan Ekspresi Jati Diri Siswa
“Dukungan masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, dan pemudik sangat luar biasa,” beber Rajwan.
Pantauan Radar Jogja di sejumlah depo memang cukup landai. Pada Kamis (26/3/2026) belum ada penumpukan sampah.
Misalnya di Depo Mandala Krida, Depo Argolubang, dan Tamansari.
Volume sampah di tiga depo itu terbilang masih cukup terkendali. Belum ada sampah yang menggunakan maupun sampai membludak hingga ke jalan. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita