News Sport Jogja 24 Jam Opini Weekend Visual Report

Pergerakan Wisatawan di Kota Jogja Diprediksi Bertahan hingga Akhir Pekan

Adib Lazwar Irkhami • 2026-03-26 19:41:23

 

Wisatawan, baik yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan, memadati Jalan Pabringan, Kota Jogja, kemarin (26/3).
Wisatawan, baik yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan, memadati Jalan Pabringan, Kota Jogja, kemarin (26/3).

JOGJA - Animo wisatawan yang memanfaatkan masa libur Lebaran untuk berkunjung ke Kota Jogja disebut tinggi. Dinas Pariwisata bahkan memprediksi pergerakan wisatawan akan bertahan hingga akhir pekan mendatang.


Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja Muhammad Zandaru mengatakan, kunjungan wisatawan pada musim libur Lebaran tahun ini diprediksi sama dengan tahun sebelumnya. Namun pihaknya tetap optimistis capaiannya bisa melampaui di tahun 2025.


Pada musim libur Lebaran tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan mencapai 668 ribu. Sementara tahun ini targetnya dinaikkan menjadi 675 ribu wisatawan. Hingga Selasa (24/3) diketahui Kota Jogja sudah mencatat 400 ribu kunjungan wisatawan.


"Jika melihat tren yang ada, kami optimistis bisa melampaui angka tahun lalu,” ujar Zandaru saat ditemui di Kantor DPRD Kota Jogja, Kamis (26/3).


Zandaru mengungkapkan, puncak kunjungan wisatawan di Kota Jogja sudah terjadi pada periode 23 dan 24 Maret 2026. Meski demikian, hingga akhir pekan mendatang tetap ada pergerakan wisatawan. Namun jumlahnya lebih sedikit.


Meski optimistis target kunjungan wisatawan dapat terlampaui dia mengakui Dinas Pariwisata Kota Jogja sempat mendapatkan informasi bahwa tingkat hunian hotel kurang optimal di libur Lebaran. "Kami berharap dari sisi ekonominya secara keseluruhan tetap ada kenaikan. Paling tidak sama dengan tahun lalu,” katanya.


Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyampaikan, menurunnya okupansi hotel selama musim libur Lebaran karena perilaku wisatawan. Lantaran pada hari besar umat muslim itu wisatawan cenderung menginap di rumah sanak saudara dibandingkan hotel.


Wawan menyebut, situasi libur Lebaran memang lebih fokus kepada kegiatan silaturahmi dan kekerabatan. Alhasil hotel pun tidak menjadi pilihan utama untuk menginap karena mungkin kapasitasnya yang terbatas.


"Beberapa wisatawan yang masuk di Jogja rata-rata memang menginap di hotel. Tapi mereka dengan keluarga menginap di villa atau di rumah masing-masing,” bebernya.


Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranowo Eryono menyebut, okupansi hotel selama libur Lebaran hanya berada di kisaran 65 persen. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mampu mencapai 75 persen.


“Okupansi hotel tahun ini belum bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Malah cenderung menurun,” beber Deddy. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#dprd kota jogja #libur lebaran #phri #Wisatawan