JOGJA – Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro menaruh perhatian khusus terhadap optimalisasi kantong parkir bus pariwisata.
Utamanya yang terletak di sisi selatan Kota Jogja. Sebagai mitra Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja mendorong agar pemkot bisa mengoptimalkan kehadiran Terminal Giwangan.
Seno sapaan akrabnya itu mengatakan, jika sisi selatan Jogja sudah menjadi tempat parkir bus pariwisata, akan ada berbagai dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat.
Dicontohkan, dari sektor pariwisata, wisatawan yang turun di Terminal Giwangan akan melirik berbagai destinasi wisata yang ada di selatan Kota Jogja.
Misalnya Taman Budaya Embung Giwangan, Kebun Kebun Plasma Nutfah Pisang, hingga XT Square.
Seno yakin, dengan berkembangnya wisata di sisi selatan Jogja juga akan memberi pemerataan ekonomi bagi masyarakat.
Lantaran selama ini wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja masih hanya terpusat di sisi utara dan pusat kota saja. Kemudian dampak lainnya akan mengurai kemacetan.
“Jadi harapan kami pintu masuk Kota Jogja ini tidak dari utara saja, tapi bisa dari selatan,” ujar Seno di Kantor DPRD Kota Jogja, Rabu (25/3/2026).
Politisi Partai Golkar itu menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemkot, Terminal Giwangan mampu menampung sebanyak 40 armada bus pariwisata.
Baca Juga: Tiga dari Tujuh Wisatawan Meninggal usai Digulung Ombak Selatan Kebumen, Semuanya Warga Luar Daerah
Namun diakui, terminal tersebut belum sepenuhnya menampung kendaraan karena masih ada beberapa optimalisasi infrastruktur dan fasilitas.
Apabila proses pembangunan di Terminal Giwangan nantinya selesai, Seno yakin akan membuka peluang ekonomi lain.
Contohnya angkutan wisatawan. Dia optimistis wisatawan yang turun di Terminal Giwangan akan mencari moda transportasi menuju pusat kota.
Seiring dengan hal tersebut, tentu akan tumbuh usaha-usaha transportasi seperti bus shuttle atau kendaraan umum lain yang muaranya akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu, pusat oleh-oleh pun juga akan tumbuh di sisi selatan kota Jogja.
“Adanya parkir bus pariwisata di Terminal Giwangan, harapan kami adalah fasilitas dari pemerintah kota bisa menumbuhkan lapangan kerja. Karena nanti wisatawan akan butuh moda-moda transportasi untuk ke destinasi wisata,” kata Seno.
Lebih lanjut, legislatif empat periode itu juga berharap optimalisasi Terminal Giwangan juga bisa menjadi alternatif parkir bus pariwisata seiring dengan sudah dinonaktifkannya Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati.
Sehingga pemilik usaha bus pariwisata yang membawa ratusan wisatawan ke Jogja tetap mendapatkan fasilitas untuk menempatkan kendaraan besarnya.
Seno pun mengapresiasi kebijakan Pemkot Jogja terkait dengan penutupan TKP Senopati.
Sebab kawasan sumbu filosofi yang menjadi daya tarik wisata saat ini perlu dijaga kelestarian dan kenyamanan bagi wisatawan.
“Intinya bahwa sumbu filosofis ini adalah salah satu magnet bagi wisatawan dari luar kota, dengan penutupan parkir yang ada di Senopati ini wisatawan bisa maksimal untuk menikmati dari wisata sumbu filosofi tadi,” bebernya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita