Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Innalillahi, Hilang Saat Bermain di Selokan, Bocah di Mantrijeron Ditemukan Meninggal oleh Anak-Anak

Iwan Nurwanto • Rabu, 25 Maret 2026 | 22:25 WIB

Petugas Polsek Mantrijeron saat melakukan olah tempat kejadian perkara tenggelamnya bocah tujuh tahun berinisial DFA di Selokan Tanjung Kiri, Mantrijeron, Kota Jogja pada Selasa (24/3/2026).
Petugas Polsek Mantrijeron saat melakukan olah tempat kejadian perkara tenggelamnya bocah tujuh tahun berinisial DFA di Selokan Tanjung Kiri, Mantrijeron, Kota Jogja pada Selasa (24/3/2026).

 


JOGJA - Seorang bocah berusia tujuh tahun berinisial DFA warga Wirobrajan, Kota Jogja meninggal dunia usai tenggelam di aliran Selokan Tanjung Kiri, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Jogja pada Selasa (24/3/2026). Korban diketahui sempat dikabarkan hilang.


Penjabat sementara Kasi Humas Polresta Jogja Ipda R. Anton Budi Susil mengatakan, kronologi peristiwa tersebut bermula ketika DFA dan orang tuanya menghadiri acara syawalan sekitar pukul 12.30. Korban diketahui sempat terlihat bermain-main aliran selokan dengan anak-anak lain.


Anton menyebut, pada pukul 14.00 sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian sudah memperingatkan anak-anak tersebut agar tidak bermain di area selokan. Namun tidak dihiraukan. Sehingga korban dan sejumlah anak lain pada pukul tetap melanjutkan aktivitasnya di area selokan.


“Sekitar pukul 14.30 keberadaan korban mulai tidak terlihat. Warga sekitar sempat melakukan pencarian di lokasi, namun tidak membuahkan hasil,” ujar Anton saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Rabu (25/3/2026).


Perwira polisi dengan satu balok emas di pundak itu menyatakan, korban baru ditemukan pada pukul 17.00 usai air selokan dikuras. Seorang saksi saksi mata tidak sengaja melihat tubuh korban di dalam air. Lalu kemudian diangkat dan dilarikan ke Klinik Gading Mantrijeron untuk mendapatkan pertolongan medis.


“Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter korban dinyatakan telah meninggal dunia. Pada pukul 19.00 jenazah dibawa oleh pihak keluarga ke RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja untuk proses pemulasaran,” terang Anton.


Dalam video yang beredar di media sosial, jenazah DFA ditemukan oleh sejumlah anak. Tampak dalam video seorang anak menarik tangan korban dari dalam air. Tubuh korban lalu dipindahkan ke area selokan yang surut.

 

Keterangan di postingan video menyampaikan bahwa korban sebelumnya sempat dikabarkan hilang. Kabar hilangkan DFA juga sempat disiarkan melalui grup Facebook.

Baca Juga: Kasus Kematian Lansia di Magelang Terungkap, Pelaku Ditangkap usai Buron ke Kalteng

Ditanya soal upaya pendampingan terhadap anak di bawah yang ikut berperan dalam evakuasi jenazah DFA. Anton menyatakan sudah dilakukan oleh pihak Polsek Mantrijeron.

 

"Terkait hal tersebut dari pihak keluarga korban juga sudah menerima dan mengiklaskan,” kata Anton. (inu)

Editor : Heru Pratomo
#Mantrijeron #anak #syawalan #Jogja