Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polresta Jogja Siapkan Keamanan Ganda Antisipasi Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 2026, Begini Skenarionya

Agung Dwi Prakoso • Senin, 16 Maret 2026 | 22:01 WIB
Polresta Jogja Siapkan Keamanan Ganda Antisipasi Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Polresta Jogja Siapkan Keamanan Ganda Antisipasi Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 2026.


JOGJA - Polresta Jogja siapkan skema keamanan ganda untuk mengantisipasi perbedaan jatuhnya hari raya Idul Fitiri tahun ini. Sebanyak 700 personel disiagakan untuk memaksimalkan penjagaan di wilayah hukum Polresta Jogja.

"Kami sudah mendata, tentunya dari masyarakat Muhammadiyah yang akan melaksanakan takbiran lebih dulu sudah kita siapkan pengamanannya. Termasuk nanti pengamanan malam takbir untuk yang mengikuti versi pemerintah juga akan kita laksanakan tentunya," ujar Kaporesta Jogja Kombes Pol Eva Guna Pandia saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

Selain menyiapkan skema pengamanan ganda, pihaknya juga akan memberlakukan penyekatan kendaraan di kawasan perbatasan kota.
 
Baca Juga: KSKG Siap Sengketakan PPID Gunungkidul jika Tak Buka Data Perizinan Pariwisata di Sepanjang Pantai Selatan
 
Penyekatan dilakukan agar konsentrasi massa tidak menumpuk di pusat kota dan pengamanan dapat berjalan lebih terfokus.

"Khususnya kendaraan yang dari luar kota mungkin akan kami sekat nanti, sehingga kami fokus melaksanakan pengamanan malam takbir khususnya di dalam kota," bebernya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar selama perayaan takbiran tetap menjaga ketertiban umum, terutama dalam tertib berlalu lintas. Sebab, itu prosesi takbir merupakan bentuk ibadah.
 
Baca Juga: Jaga Stabilitas Transaksi Selama Hari Raya Idul Fitri 2026, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 44 Triliun

"Ini merupakan hari kemenangan setelah melewati ibadah bulan puasa," tuturnya.

Walaupun tidak ada larangan, namun masyarakar diimbau agar tidak menggunakan sound atau pemgeras suara yang berlenihan.
 
Kemudian terkait petasan yang tarafnya sudah berupa larangan.

"Kami memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan sound seperlunya saja. Terkait petasan juga, kemarin Bapak Wali Kota sudah memberikan edaran bahwa dilarang untuk menggunakan mercon atau petasan," jelasnya.
 
Baca Juga: Adaptasi Puasa Jadi Tantangan bagi Pemain PSIM Jogja Raka Cahyana saat Latihan dan Bertanding

Selanjutnya, berkaitan dengan keterbatasan lahan parkir selama libur Lebaran, Polresta Jogja bersama Dishub Kota Jogja menyediakan layanan portal informasi tempat parkir berbasis daring melalui situs web satlantasjogja.info.
 
Masyarakat dan wisatawan dapat memantau ketersediaan slot parkir secara seketika (real-time) sebelum memasuki kawasan wisata, khususnya Malioboro.

Laman tersebut menampilkan informasi kapasitas tampung kendaraan yang masih tersedia secara rinci, baik slot untuk bus, slot untuk mobil, dan slot untuk sepeda motor.
 
Baca Juga: PSS Sleman Dapat Libur Lima Hari saat Lebaran, Sebelumnya Digenjot Latihan Dulu di Lapangan

"Kami menyadari, salah satu kendala di Kota Jogja adalah minimnya lahan parkir. Sistem itu nanti bisa diinput melalui QR Code parkir," jelasnya.
 
Lanjutnya, masyarakat begitu masuk Yogyakarta, ada QR Code di banner yang langsung tinggal di-scan saja. Nanti akan memunculkan data real-time tiap 9 atau 10 menit di lahan parkir mana yang masih kosong tentunya.
 
"Sehingga masyarakat tidak bingung nanti untuk mencari lahan parkir, khususnya yang mau berwisata ke Malioboro dan sekitarnya," sambung dia.
 
Baca Juga: Lebaran Spesial, Irvan Mofu Barusan Dikaruniai  Putri Pertama, Libur Langsung Bertolak ke Balikpapan

Ia memprediksi kepadatan wisatawan terjadi pada hari kedua Lebaran (H+1). Pola tersebut sering terjadi selama periode libur Lebaran.

"Kemungkinan nanti H+1, ya. H+1 masyarakat mungkin mulai padat dari pagi sampai siang, sorenya mungkin mereka bergeser ke Gunungkidul atau Parangtritis, lalu malamnya nanti akan kembali lagi ke Malioboro. Biasanya polanya seperti itu," terangnya.

Sebanyak 700 personel kepolisian telah disiagakan selama periode libur Lebaran. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan melihat kondisi di lapangan.

"Kami akan melihat langkah-langkah terbaik dan akan kita koordinasikan dengan instansi terkait, khususnya dari Dishub tentunya," jelasnya. (oso)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Ganda #takbiran #perbedaan #skema pengamanan #malam takbir #Muhammadiyah #Polresta Jogja #Hari Raya Idul Fitri #NU