JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ mengusulkan perpanjangan rute Kereta Api (KA) Bandara ke Stasiun Maguwoharjo, Sleman. Pihak KA Bandara atau PT Railink pun sebagai instansi teknis menyatakan kesiapannya apabila ada instruksi dari Kementerian Perhubungan dan pihak terkait.
"Terkait penambahan di Maguwo memang sampai saat ini kami belum ada update-nya, tapi kami siap apabila ada instruksi tersebut," ujar Corporate Communications PT Railink (KAI Bandara) Sosiawan Putra Surbakti saat ditemui di Stasiun Tugu Jogja, Senin (16/3).
Ia menilai rencana tersebut merupakan suatu hal yang positif. Sebab, menjadikan mobilitas masyarakat di Jogja semakin lebih mudah. Terlebih banyak peminat KA Bandara di Jogja.
Sebagai contoh, mobilitas penumpang KA Bandara dalam masa angkutan Lebaran yang dimulai 11-30 Maret. KAI Bandara menyiapkan 278 ribu kursi di Jogjakarta. "Secara nasional ada 637 ribu kursi penumpang untuk angkutan Lebaran," bebernya.
Prediksinya, 18 Maret paling tinggi jumlah kedatangan penumpang mencapai 11.000. Kemudian arus balik pada 28 Maret 2026, diprediksi ada 13.000 penumpang. "Tahun kemarin itu kami hanya menyiapkan 208.000 kursi, 2026 itu 270.000 kursi, ada kenaikan," jelasnya.
Terkait wacana perpanjangan rute KA Bandara, menurutnya pembahasan tersebut dilakukan oleh pihak internal PT Railink dengan koordinasi dari kemenhub. "Kami kan hanya sebagai operator KA Bandara, jadi kalau diarahkan ke kami ya kami siap melaksanakannya," bebernya.
"Setelah Lebaran akan ada focuss group discussion (FGD) dengan seluruh stakeholder terkait," bebernya.
Konsep rancangannya, di sekitar Maguwoharjo akan menjadi transit oriented development (TOD). Dalam tata ruang dituliskan kawasan park and ride di sekitar Stasiun Maguwoharjo.
Secara fungsi, kawasan tersebut akan lebih optimal apabila sudah terintegrasi antara kereta, Trans Jogja dan bandara itu sendiri. "Juga supaya masyarakat wilayah timur tidak perlu masuk ke pusat kota," paparnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo