Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Dua Ruas Jalan di Kota Jogja Rawan Kecelakaan Selama Libur Lebaran, Ini Daftarnya  

Iwan Nurwanto • Minggu, 15 Maret 2026 | 20:51 WIB

 

Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (13/3/2026).
Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (13/3/2026).

JOGJA - Volume kendaraan di Kota Jogja diprediksi meningkat selama masa libur panjang Lebaran.

Seiring dengan kondisi itu sejumlah ruas jalan wajib diwaspadai pengendara, karena menjadi titik rawan kecelakaan.

Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat mengatakan, berdasarkan pemetaan pihaknya ada dua ruas jalan rawan kecelakaan. Yakni di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Sudirman.

Baca Juga: Dukung Pemenuhan Kebutuhan Tenaga Dokter, Unimugo Bakal Buka Fakultas Kedokteran

Alvian menyatakan, kedua ruas jalan tersebut rawan terjadi kecelakaan karena memiliki karakter lebar dan lurus cukup panjang.

Sehingga memungkinkan pengendara memacu kendaraannya.

“Karena itu jalan lurus, ruasnya cukup lebar, sehingga cenderung arus pun masih bergerak cukup cepat,” ujar Alvian saat ditemui Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Pemkab Bantul Siapkan PBI APBD dan Jamkesda untuk Masyarakat Yang Kepesertaan PBI APBN Non-Aktif dan Butuh Layanan Kesehatan

Selain dua ruas jalan itu, perwira polisi dengan tiga balok emas di pundak itu memastikan ruas jalan di Kota Jogja selebihnya cukup aman bagi masyarakat maupun pemudik.

Sebab di masa libur panjang Lebaran lalu lintas cenderung padat.

Contohnya, kata Alvian, di seputaran Malioboro dan Tugu ke arah selatan.

Baca Juga: Diskusi Bedah Buku Tipologi Anak Muda Indonesia Soroti Karakter Generasi Muda di Era Digital

Ruas jalan tersebut cenderung aman karena kepadatan yang ada membuat laju kendaraan pelan.

“Sehingga arus lalu lintas pun jadi lebih landai. Mungkin kurang lebih seperti itu,” katanya.

Meskipun diprediksi padat, Alvian mengklaim lalu lintas di dalam kota tidak akan mengalami kemacetan.

Sebab sudah ada rekayasa lalu lintas agar bus-bus besar  tidak masuk ke kawasan sumbu filosofi.

Baca Juga: Vakum Tiga Tahun, Ogoh-Ogoh Kembali Diarak Umat Hindu Magelang, Jadi Pembuka Rangkaian Perayaan Hari Raya Nyepi

Kebijakan tersebut dipercaya membuat ruas-ruas jalan di dalam perkotaan lebih lenggang.

Apalagi di area tujuan wisata seperti Titik Nol Kilometer dan Malioboro.

“Kendaraan besar dialihkan di jalur pinggir justru akan mengurangi beban di seputaran Titik Nol, baik sisi timur ataupun ke baratnya,” beber Alvian.

Baca Juga: Anak 10 Tahun Putus Sekolah Demi Ibu, Pemkab Gunungkidul Pastikan Tanggung Pendidikan Hingga Ini

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku sudah menyiapkan kantong-kantong parkir seiring dengan pembatasan bus pariwisata ke kawasan sumbu filosofi.

Misalnya jika bus ingin menuju ke Titik Nol Kilometer atau Taman Pintar maka wajib menempatkan kendaraan di Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean.

Sementara bagi bus pariwisata yang ingin menuju kawasan Malioboro diimbau untuk menempatkan kendaraan di lahan Eks Menara Kopi.

Baca Juga: Libur Panjang Lebar 2026, Dinpar Kulon Progo Targetkan 100 Ribu Wisatawan Berkunjung

Untuk menuju Malioboro nantinya wisatawan bisa berjalan kaki atau memanfaatkan transportasi umum.

“Sehingga untuk bus nantinya tidak masuk ke TKP Senopati. Kalau kendaraan roda empat kecil masih diperbolehkan,” jelasnya. (inu)

 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kota Jogja #pengendara #Polresta Jogja #rekayasa lalu lintas #volume kendaraan #Libur Panjang Lebaran