JOGJA - Gembira Loka (GL) Zoo menargetkan 70 ribu kunjungan selama libur Lebaran 2026, namun membatasi jumlah pengunjung maksimal 12 ribu orang per hari.
Kebijakan ini untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus kesejahteraan satwa di dalam kawasan kebun binatang tersebut.
Direktur Utama GL Zoo KMTA Tirtodiprojo mengatakan, selama satu pekan masa libur Lebaran pihaknya menargetkan total kunjungan sekitar 70 ribu orang.
Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
"Dahulu, GL Zoo bisa mencapai 48 ribu pengunjung dalam sehari. Tapi saat itu kondisinya binatang melihat manusia karena terlalu padat. Sekarang, kami ingin manusia melihat binatang dengan nyaman," ucap pria yang akrab disapa Joko Tirtono itu, Sabtu (14/3/2026).
Joko Tirtono menjelaskan, untuk menjaga ekosistem dan kenyamanan, GL Zoo kini membatasi kuota maksimal hanya di angka 12 ribu pengunjung per hari.
Langkah ini diambil agar fungsi edukasi dan rekreasi tetap berjalan seimbang tanpa membuat satwa merasa stres akibat kebisingan yang berlebih.
Tak hanya itu, meskipun terdapat penyesuaian tarif pada hari raya, GL Zoo menjamin pelayanan prima bagi setiap pengunjung.
Fokus utama tahun ini adalah memastikan setiap keluarga yang datang mendapatkan pengalaman berkesan tanpa harus berdesak-desakan.
Di sisi lain, GL Zoo juga mencatatkan pencapaian baru pada 2026.
Kebun binatang yang menjadi salah satu ikon wisata di Jogja ini kini menjadi satu dari dua kebun binatang di Indonesia yang berhasil memperoleh sertifikasi kesejahteraan satwa tingkat Asia Tenggara dari South East Asian Zoos Association (SEAZA).
"Bahkan pada Oktober mendatang, kami direncanakan akan diresmikan sebagai anggota kebun binatang sedunia di Jerman. Ibarat mau menikah, bibit, bebet, dan bobot GL Zoo sudah diakui internasional. Akreditasi kami tetap A dengan nilai tertinggi di Indonesia," tegasnya.
Seiring dengan peningkatan kualitas layanan, GL Zoo juga baru saja merampungkan Zona Cakar 4.
Fasilitas teranyar ini memperkenalkan dua penghuni baru yang siap menyapa wisatawan, yakni African Painted Dog, dan Red Fox (Rubah Merah).
Berbeda dengan konsep lama, zona itu tidak lagi menggunakan sistem kerangkeng besi yang kaku.
Desain baru dibuat agar satwa merasa berada di habitat aslinya, namun tetap memungkinkan pengunjung untuk melihat mereka dari jarak dekat dengan aman.
"Untuk tarif selama libur Lebaran, kami menetapkan harga Rp 85.000. Ini tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada hari biasa (weekday) tarifnya Rp 60.000 dan akhir pekan (weekend) Rp 75.000," tandasnya. (ayu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita