Para pengurus RS PKU Muhammadiyah Jogja saat jumpa pers.
JOGJA - Kasus trauma menjadi salah satu poin utama dalam catatan medis Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Jogja selama malam takbiran dan hari raya 2026 ini.
Pihak rumah sakit melaporkan adanya tren kasus luka bakar serius yang disebabkan oleh petasan di tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Jogja dr. Safiqulatif Abdillah menjelaskan, kasus luka bakar itu memang sering terjadi saat malam takbiran.
Itu disebabkan karena petasan, sehingga butuh dioperasi segera. Ada yang sampai patah tulang, bahkan ada yang sampai putus (amputasi).
"Kami maksimalkan apa yang bisa diselamatkan," bebernya, Sabtu (14/3/2026).
Selain luka bakar, Safiqulatif juga mengatakan bahwa trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) juga diprediksi mengalami peningkatan seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Jogja.
"Di tahun lalu, kami juga ada kasus-kasus gawat darurat, bahkan tahun lalu itu, kami tidak hanya menerima rujukan. Jadi, bukan pasien yang datang, tapi kami membantu rumah-rumah sakit yang lain yang mereka mungkin keterbatasan sumber daya, sehingga butuh tindakan cepat," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Safiqulatif, pada momentum Lebaran tahun 2026 ini, pihak RS PKU Muhammadiyah Jogja melakukan langkah antisipatif.
Itu dilakukan agar menghadapi potensi lonjakan pasien selama momentum Lebaran nanti.
Selain menambah kapasitas layanan poliklinik hingga 200 persen, pihak rumah sakit juga memberikan perhatian khusus pada kasus kegawatdaruratan medis.
Mulai dari trauma akibat petasan hingga serangan penyakit kronis pasca-puasa.
"Jadi, kami sudah siapkan ICU kami dengan kurang lebih 20 ventilator untuk kami siapkan di sana. Jadi, Insya Allah, dari fasilitas maupun sumber daya, kami siap," tegasnya.
Manajer Pelayanan Medik di RS PKU Muhammadiyah Jogja dr. Muhammad Salsabila Syariq menjelaskan pada momentum lebaran kali ini, pihak rumah sakit juga akan memastikan tetap melayani pasien peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Meskipun operasional poli tidak buka secara full seperti hari biasa, pelayanan administrasi BPJS dipastikan tetap berjalan mengikuti sistem yang telah ditetapkan.
"Menurut kami, kaitannya dengan BPJS, kami tetap melayani sesuai dengan alurnya. Karena kalau BPJS itu by sistem. Jadi, kami tidak bisa melayani di luar sistem yang sudah ada," tandasnya. (ayu)