JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mulai mengosongkan seluruh depo sampah untuk mengantisipasi lonjakan timbulan sampah saat libur panjang Lebaran.
Langkah ini dilakukan agar depo memiliki kapasitas menampung peningkatan sampah yang diperkirakan naik hingga 20 persen per hari.
Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq mengatakan, pengosongan seluruh depo sudah dilakukan sejak awal pekan ini.
Sehingga tinggal menyisakan lima ton sampah yang masih tertahan merata di 14 Jumat (13/3/2026).
Rajwan berkomitmen menyelesaikan sisa timbunan sampah yang berada di depo pada awal pekan depan.
Ini agar seluruh depo memiliki ruang untuk menampung lonjakan sampah pada masa libur panjang Idul Fitri.
Berdasarkan pengalaman Lebaran tahun lalu, dia menyebut peningkatan sampah bisa berkisar dari 15 sampai 20 persen per hari.
Sementara timbulan sampah Kota Jogja pada hari biasa mencapai 300 ton per hari. Artinya, diprediksi ada peningkatan sebesar 60 ton pada masa libur Lebaran.
“Kami sudah antisipasi terkait dengan peningkatan itu,” ujar Rajwan di Balai Kota Jogja, Jumat (13/3/2026).
Dalam upaya pengosongan depo, instansi ini mengerahkan 45 armada truk yang beroperasi setiap hari.
Pun, terkait dengan pengolahan pihaknya akan mengoptimalkan peran para offtaker yang selama ini menampung sampah organik.
Karena kemungkinan di masa libur Lebaran, jenisnya akan didominasi organik sampah.
“Prediksi saya nanti akan banyak sampah organik basah. Artinya sisa-sisa makanan, kemudian sayur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat menekankan pemerintah kota (pemkot) harus mengantisipasi pembuangan sampah liar. Sebab masih ada sejumlah titik yang menjadi lokasi pembuangan.
Meskipun jumlahnya kini sudah sangat berkurang. Sinarbiyat meminta agar upaya pengawasan tetap dilakukan. Supaya persoalan tersebut tidak muncul kembali. Apalagi ketika banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja.
“Jangan sampai ada sebagian masyarakat kita yang kemudian membuang sampah di sembarang tempat,” pesan politisi Partai Gerindra itu. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita