JOGJA - Ketersediaan bahan pangan dan energi mendekati Hari Raya Idul Fitri menjadi perhatian serius bagi pimpinan legislatif Kota Jogja.
Sebab potensi kelangkaan stok bahan pangan dan energi bisa menjadi permasalahan di tengah masyarakat, mengingat adanya situasi geopolitik dunia.
Wakil Ketua II DPRD Kota Jogja Triyono Hari Kuncoro mengatakan, pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok menjadi hal penting untuk mengantisipasi gejolak sosial.
Sebab di masa-masa mendekati hari raya keagamaan kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan, melonjaknya permintaan bahan pokok masyarakat sudah mulai tampak sejak pertengahan bulan Ramadan.
Hal itu terlihat dari ramainya pasar tradisional maupun supermarket.
Bahkan tidak sedikit warga Kota Jogja yang mencari kebutuhan hingga kabupaten tetangga.
Dia menekankan, di masa libur panjang Lebaran bahan pokok tidak hanya menjadi kebutuhan bagi masyarakat lokal saja.
Namun juga wisatawan dan pemudik yang berbondong-bondong datang ke Kota Jogja.
“Pasar-pasar harus dicek kesiapan bahan pangannya,” ujar Kuncoro saat ditemui pada sebuah restoran di Timoho, Rabu (11/3/2026).
Sosok politisi yang akrab disapa Pak Ustad itu juga mewanti-wanti perihal ketersediaan energi, seperti BBM.
Karena merujuk keterangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ketersediaan BBM hanya tinggal belasan hari karena situasi geopolitik global.
Karena itu, dia mengingatkan agar ada kepastian distribusi BBM untuk seluruh SPBU di Kota Jogja dan kabupaten lainnya.
Pihaknya juga berencana melakukan pengecekan langsung ke perusahaan penyedia BBM.
Sebab tidak menutup kemungkinan permintaan BBM akan meningkat drastis selama masa mudik dan libur Lebaran.
“Karena begitu ada orang mudik dan wisatawan, kebutuhan energi pasti meningkat jauh dibanding hari biasa,” bebernya.
Soal ketersediaan bahan pangan di Kota Jogja, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sukidi memastikan sejumlah komoditas bahan pokok mengalami surplus.
Misalnya untuk beras masih memiliki cadangan atau surplus hingga 780,8 ton. Lalu komoditas telur ayam juga mencatat surplus hingga 129,6 ton.
Kemudian daging ayam surplus hingga 108,3 ton. Komoditas minyak goreng surplus sebesar 111,52 ton dan gula pasir surplus 84,33 ton.
“Stok pangan di Kota Jogja dalam kondisi cukup,” tegasnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita