JOGJA- Penyebaran informasi terkait kondisi jalur, cuaca hingga kepariwisataan penting dilakukan sedini mungkin menjelang Lebaran. Beberapa jalan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bahkan hingga saat ini masih dikeluhkan oleh warga di media sosial.
"Beberapa yang dikeluhkan itu ada yang Jalan Provinsi, ada juga yang Jalan Nasional. Kalau Jalan Magelang-Jogja itu Jalan Nasional," ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).
Untuk keluhan di Jalan Nasional, pihaknya telah menyampaikannya kepada Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY sebagai kepanjangan tangan dari Kementerian PUPR. Tindakan seperti perbaikan tidak bisa dicover oleh provinsi semuanya.
Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Manchester City Liga Champions Kamis 12 Maret 2026
"Karena kami juga punya keterbatasan. Kami harus memprioritaskan jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab kami dulu," jelasnya.
Selain kondisi jalan, ia juga mengakui masih adanya lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan nasional yang masih minim.
"Kami sudah minta bantuan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kemenhub yang ada di DIY untuk support, tapi katanya stoknya belum tersedia," imbuhnya.
Adanya jalan berlobang dan bergelombang juga diketahui oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono. Informasi tersebut ia peroleh dari kepala dinas terkait.
"Informasi ini penting bagi kepolisian dan petugas pelaksana operasi di lapangan nanti," ujarnya.
Para petugas nantinya bisa melakukan pengamanan jalur dengan cara menandai jalur yang berlubang. Selain itu, personel juga akan melakukan penjagaan ekstra jika kerusakan memang belum bisa diperbaiki. Hal ini untuk mencegah potensi kecelakaan atas ketidaktahuan masyarakat terhadap kondisi jalan.
"Akan kami jaga dua kali lipat lebih dibandingkan jalan biasa yang menjadi spot pengawasan," bebernya.
Ia menilai penyebaran informasi terkait mudik yang dilakukan sedini mungkin menjadi salah satu upaya mengantisipasi penumpukan kendaraan. Selain itu,informasi terkait titik rawan juga menjadi informasi yang penting untuk disebarluaskan.
Baca Juga: Sepekan Dibuka, Posko Aduan THR Pemkot Jogja Sudah Terima Tiga Laporan
"Masyarakat harus tahu bagaimana kondisi DIY saat akan mengunjunginya," ujarnya.
Ia memprediksi titik rawan kemacetan di antaranya di Jalan Raya Jogja-Solo. Antisipasi seperti pengalihan arus, sistem buka-tutup jalan akan dilakukan oleh aparat kepolisian. Ia juga berharap pemudik dapat disiplin mengikuti aturan lalu lintas yang telah ditetapkan.
"Penegakan hukum terhadap pelanggaran, seperti penggunaan bahu jalan atau pelanggaran jalur," tandasnya. (Oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin