JOGJA - Lesunya perekonomian turut memberi tantangan bagi gelaran Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) 2026 ini. Meski demikian, pasar sore yang menjadi salah satu ikon wisata religi di Jogjakarta tetap menunjukkan eksistensinya di tengah penurunan daya beli masyarakat dan faktor cuaca yang tak menentu.
Ketua Kampung Ramadan Jogokariyan Muhammad Falah Akbar mengaku tak menampik adanya pengaruh dari dinamika ekonomi saat ini terhadap jumlah kunjungan. Walaupun belum memegang angka pasti secara statistik, penurunan itu sudah mulai dirasakan secara kasat mata.
"Kalau dibilang dampaknya pasti ada. Pasti ada penurunan (pengunjung). Tapi alhamdulillah tetap bisa bertahan," ucap Falah kepada Radar Jogja, Minggu (8/3).
Oleh karena itu, panitia terus berusaha untuk bisa menghadirkan para pengunjung ke KRJ tahun ini. Dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan di sore hari seperti berkisah untuk anak-anak, kajian umum, photo booth di pos informasi panitia, hingga menghadirkan sponsor.
"Kami akan terus upayakan untuk bisa menghadirkan lebih banyak pengunjung begitu. Kalau pedagang yang mengeluh, alhamdulillah sejauh ini tidak ada," bebernya.
Falah juga menjelaskan, selain faktor ekonomi, tantangan lain di KRJ tahun ini adalah cuaca ekstrem. Seringnya hujan di sore hari juga berpengaruh terhadap kegiatan tahunan ini.
Meski begitu, ia mengungkapkan antusiasme masyarakat dinilai masih cukup tinggi. Banyak pengunjung yang sudah mengantisipasi hujan dengan membawa payung maupun jas hujan agar tetap bisa berburu takjil di sepanjang Jalan Jogokariyan.
"Jadi walaupun kondisi hujan dan juga mungkin ekonomi yang tengah sulit, alhamdulillah pasar sore tetap ramai. Para pedagang juga bersyukur tetap laris begitu," lontarnya.
Pada 2026 ini ada 413 UMKM yang berjualan di sepanjang rute Pasar Sore Jogokariyan dan dilaporkan masih mampu mencatatkan penjualan dengan baik. Sehingga bagi Falah, hal itu menjadi angin segar bagi KRJ yang didesain sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Apalagi, setiap harinya Masjid Jogokariyan sendiri secara konsisten membagikan 3.800 porsi hidangan buka puasa gratis bagi jamaah. Jumlah yang masif ini secara tidak langsung turut menjaga denyut nadi keramaian di kawasan itu. "Harapannya, melalui KRJ ini pasar sore bisa benar-benar meningkatkan perekonomian rakyat," tandasnya. (ayu/laz)