Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Intensitas Tinggi dan Sumbatan Sampah Picu Genangan Baru di Jalanan Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:34 WIB

Anak-anak mencari ikan di pinggir Jalan Menteri Supeno yang tergenang akibat meluapnya Sungai Manunggal
Anak-anak mencari ikan di pinggir Jalan Menteri Supeno yang tergenang akibat meluapnya Sungai Manunggal
JOGJA - Tingginya intensitas hujan memunculkan genangan air baru di Kota Jogja.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat lantaran terjadi di jalan utama perkotaan.

Hal itu diungkapkan oleh Noviana, warga Kemantren Wirobrajan ini mengaku sempat mendapati genangan air di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan.

Tepatnya di sisi barat simpang menuju arah menuju Jalan Ibu Ruswo.

Noviana membeberkan bahwa genangan air muncul saat hujan deras mengguyur Kota Jogja pada pekan lalu.

Air muncul dari drainase yang meluap. Sehingga terpaksa membuat pengendara pelan-pelan.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu karena genangan air yang muncul berada tepat di tikungan.

Dia khawatir permasalahan tersebut dapat memicu kecelakaan. Terkhusus bagi pengguna kendaraan.

“Sepengetahuan saya genangan air dapat menyebabkan jalan licin dan tidak tahunya (menyembunyikan) ada lubang yang bisa memicu kecelakaan,” ujar Noviana kepada Radar Jogja, Minggu (8/9/2026).

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Rahmawan Kurniadi mengakui adanya masalah genangan di Jalan Brigjen Katamso. Bahkan ada titik lain seperti di Jalan Trimo, Kotabaru.

Rahmawan menyatakan, bahwa munculnya genangan di dua ruas jalan tersebut karena saluran air yang tersumbat endapan lumpur dan sampah.

Sehingga membuat air yang menggenang di jalan tidak bisa masuk ke saluran air.

Dia menyatakan, pihaknya sudah mengatasi genangan yang muncul di dua titik tersebut.

Upayanya dengan pembersihan total agar aliran air hujan bisa kembali lancar masuk drainase.

“Kalau ada genangan yang timbul biasanya masalah ada di inlet yang yg tersumbat lumpur atau sampah, sehingga air dari jalan tidak bisa masuk ke saluran,” bebernya.

Terkait dengan permasalahan genangan di Kota Jogja, Rahmawan mengakui ada titik yang sampai saat ini belum teratasi.

Yakni di Kampung kawasan Langensari dan Klitren. Penyebabnya karena dua titik tersebut berada di area cekungan air.

Upaya penanganan sudah disiapkan. Namun pelaksanaannya belum dapat dipastikan karena masih menunggu kesiapan anggaran. DPUPKP Kota Jogja berencana membangun saluran air menuju Sungai Belik.

“Tahun ini anggaran belum ada,” bebernya. (inu)

Editor : Bahana.
#Kota Jogja #genangan #hujan intensitas tinggi #Jogja