Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Kota Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Iwan Nurwanto • Minggu, 8 Maret 2026 | 12:16 WIB

BMKG peringatkan adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia.
BMKG peringatkan adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia.

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja telah mengajukan perpanjangan status siaga darurat bencana hingga akhir Maret.

Kebijakan tersebut diambil seiring masih adanya ancaman cuaca ekstrem.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengatakan,

perpanjangan tengah menunggu penerbitan surat keputusan (SK) yang ditandatangani oleh kepala daerah. Usai sebelumnya status siaga darurat berakhir di bulan Februari.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diambil karena situasi cuaca saat ini masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Perpanjangan diajukan hingga tanggal 31 Maret 2026 mendatang.

“Pengajuan kami satu bulan, saat ini menunggu SK tersebut terbit. Semoga bisa minggu ini,” ujar Darmanto saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Lulusan sarjana hukum itu mengungkapkan, bahwa perpanjangan status siaga darurat bencana juga berdasar banyaknya kejadian di periode bulan Januari dan Februari. Selama dua bulan di awal tahun itu tercatat 98 kejadian bencana.

Kejadian bencana di Kota Jogja didominasi oleh dampak cuaca ekstrem.

Misalnya pohon tumbang, dahan patah, dan atap rusak akibat hujan disertai angin kencang.

“Ada dampak dari siklon tropis,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, cuaca ekstrem di Indonesia disebabkan karena angin Monsun Asia terdeteksi aktif di Indonesia. Lalu juga dipengaruhi aktivitas siklonik.

Berdasar hasil pengamatan dinamika atmosfer, BMKG mendeteksi adanya tiga bibit siklon.

Di antaranya bibit siklon 90S dan 93S yang berada di perairan Samudera Hindia. Serta bibit siklon 92P di perairan Teluk Carpentaria.

“Masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang serta petir,” tutur Reni. (inu)

Editor : Bahana.
#Cuaca Ekstrem #BPBD Jogja #BMKG