Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aktivitas Gepeng Mulai Meningkat di Kota Jogja, Satpol PP Amankan Empat Orang di Jalan Batikan

Iwan Nurwanto • Jumat, 6 Maret 2026 | 19:45 WIB

 

RAZIA: Petugas Satpol PP Kota Jogja saat melakukan penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di Jalan Batikan, Umbulharjo Kamis (5/3).
RAZIA: Petugas Satpol PP Kota Jogja saat melakukan penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di Jalan Batikan, Umbulharjo Kamis (5/3).

JOGJA - Permasalahan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sering marak mendekati Lebaran mulai muncul di Kota Jogja. Bahkan, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah mengamankan empat orang gepeng di kawasan Jalan Batikan, Umbulharjo.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja Dodi Kurnianto mengatakan, operasi gepeng dilakukan Kamis (5/3). Pada kegiatan itu pihaknya mengamankan empat gepeng dengan gerobak dan becak. Tiga di antaranya merupakan warga luar daerah.

Menurutnya, jumlah gepeng yang diamankan pada hari tersebut naik dibandingkan hari-hari biasa. Di luar bulan Ramadan, pihaknya kerap mengamankan satu sampai dua gepeng. Namun di pekan kedua bulan Ramadan, ada peningkatan hingga dua kali lipat.

“Untuk Jalan Batikan memang salah satu lokasi rawan, karena banyak pohon perindang untuk berteduh dan sering ada dermawan yang lewat,” ujar Dodi di Balai Kota Jogja Jumat (6/3).

Dodi memprediksi, jumlah gepeng yang masuk ke Kota Jogja akan meningkat seminggu menjelang Lebaran. Dia berharap masyarakat bisa turut mengantisipasi kemunculan gepeng. Yakni dengan tidak memberi peminta-minta.

Berdasar pengalaman tahun lalu, titik rawan gepeng tidak hanya berada di Jalan Batikan. Namun juga di ruas-ruas jalan utama. Seperti simpang Tamansiswa,  simpang Jokteng barat dan timur, simpang RSUD Jogja, simpang Tegalgendu, simpang Kleringan, serta simpang Pingit.

Sebagai langkah antisipasi, Dodi memastikan pihaknya akan memperketat patroli dan penertiban hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, juga disiapkan koordinasi dengan Dinsosnakertrans Kota Jogja untuk penanganan gepeng dari warga dalam daerah.

Sementara jika gepeng yang diamankan berasal dari luar daerah, penanganan dilakukan Pemprov DIJ. Melalui camp assessment milik Dinsos DIJ. “Aktivitas pengemis biasanya bertahan hingga sepekan setelahnya (Lebaran, Red),” beber mantan Mantan Kepala UPT Penilaian Kompetensi Pegawai BKPSDM Kota Jogja itu. 

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Jogja Indrawati menyampaikan, tempat penampungan (selter) gepeng hanya memiliki kapasitas sepuluh orang. Sehingga penempatan gepeng hasil operasi di selter akan bersifat sementara. Maksimal selama tujuh hari.

 

Selama menempati selter, bakal dilakukan assessment. Berupa pendataan identitas, penelusuran keluarga, hingga pelayanan kesehatan bila diperlukan. “Mereka ada yang gelandangan, pengemis, ODGJ, dan orang telantar,” jelasnya. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Satpol PP Kota Jogja #gepeng #gelandangan dan pengemis #Jalan Batikan #ramadan #lebaran