JOGJA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) khususnya Kota Jogja digadang-gadang menjadi wadah bagi industri kreatif untuk maju dan berkembang. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kolaborasi yang kuat antarlembaga, instansi dan juga komunitas/kelompok.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Hermawan menyebut, Kota Jogja mempunyai komite ekonomi kreatif dan anggota di dalamnya merupakan para pakar di bidang tersebut. Selain itu, banyak event yang biasa diadakan sebagai ruang hiburan dan peningkatan perputaran ekonomi di Kota Jogja. "Ini kami sedang proses penyusunan calender of event 2026," ujarnya di Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Jogja Kamis (5/3).
"Semuanya potensial dikembangkan dan konsisten," ujarnya saat menghadiri acara Musyawarah Wilayah (Musywil) Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) DIY.
Agenda tersebut sekaligus ajang perkenalan pengurus baru Gekrafs DIY 2026-2029. Yuna, sapaannya, meminta pengurus baru agar menggandeng intansi terkait dalam pelaksanaan program-programnya. "Saya harap, setelah Rakernas Gekrafs bisa menggandeng Dinpar DIY karena bidang ekonomi kreatif ada di sana," jelasnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Napoli vs Torino Serie A Sabtu 7 Maret 2026
Ia menyebut, Gekrafs harus bisa bertahan dan menyesuaikan di tengan geopolitik yang tidak menentu. Sebab, perang Iran-Israel-Amerika Serikat yang masih berlangsung dapat berdampak pada pelaku usaha. "Saya yakin UKM maupun IKM DIY tangguh dan bisa terus survive," tandasnya. (oso/eno)