Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyak Jemaah Inginkan Iktikaf di Mekkah, Terdekat  Berangkat Pekan Depan: Amphuri Pastikan Perjalanan Umrah Jemaah DIY Masih Aman

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:21 WIB

LATIHAN: Calon Jamaah Haji DIJ menjalani manasik di skema lempar jumroh.
LATIHAN: Calon Jamaah Haji DIJ menjalani manasik di skema lempar jumroh.


JOGJA - Eskalasi konflik di daratan Timur Tengah sempat menyebabkan kepulangan jemaah umrah DIY tertunda.

Situasi itu telah kembali normal, semua calon jemaah umrah yang akan berangkat tidak ada yang meminta penundaan.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) DIY Adam Basyori mengatakan, jemaah umrah masa Ramadan awal sudah pulang dengan selamat sampai DIY.

Beberapa pesawat sempat tertunda, di antaranya Maskapai Emirates dengan transit di Dubai, Etihad dengan transit di Abu Dhabi, Oman Air yang transit di Muscat, dan Arabia Air yang transit di Sharjah.

"Per jam 12 tadi malam waktu Uni Emirat Arab, pesawat yang tanggal 1 itu sudah mulai terbang lagi. Jadi sudah mulai normal lagi," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Jemaah yang menggunakan pesawat direct dari Jakarta langsung ke Arab Saudi baik di Jeddah maupun Madinah semuanya tidak tertunda.

Tiga maskapai yang biasa digunakan, yakni Garuda, Lion, dan Saudia, dipastikan tidak ada penundaan. "Baik itu terbang balik atau terbang ke sana, itu tetap on schedule," tandasnya.

Ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada informasi adanya jemaah umrah di DIY yang tertahan atau tertunda pulang.

Hasil koordinasi dengan pengurus Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) pusat dipastikan semua travel di bawah naungan Amphuri tetap sesuai jadwal.

Plt Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah DIY Jauhar Mustofa mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah tetap akan memberikan perlindungan dan memastikan hak-hak para jemaah tetap bisa ditunaikan oleh biro.

Para jemaah mendapat perlindungan atas dasar Undang-Undang 14 tahun 2025 terkait dengan perubahan ke-3 Undang-Undang 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Baca Juga: RJ Gagal Enggan Ambil Opsi 'Plea Bargaining', Mahasiswa Untidar Siap Buktikan Kebenaran di Persidangan

"Jadi pemerintah itu tugasnya adalah melayani, membina, dan juga melindungi," ujarnya.

Menurutnya, pengumuman penundaan pemberangkatan umrah dari Kementerian Haji dan Umrah bersifat imbauan.

Masyarakat maupun biro diminta untuk menunggu situasi Timur Tengah lebih kondusif.

"Ini sifatnya imbauan saja, tidak mengikat," tandasnya.

Baca Juga: Lebih Transparan Dengan Label Harga, SPPG di Kulon Progo Sambut Kebijakan Baru Pelaksanaan MBG

Ia juga memastikan penerbangan langsung masih berjalan dengan aman. Informasi itu ia dapatkan langsung dari temannya yang berangkat umrah.

"Jadi penerbangan yang langsung dari Jakarta, misalnya Garuda ataupun Saudia, itu masih aman. Teman berangkat Minggu, Senin malam sudah mendarat dengan selamat di sana," jelasnya. (oso)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Eskalasi konflik #timur tengah #jemaah umrah