Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Genjot Satu RT Satu APAR, Damkarmat Kota Jogja Targetkan Sentuh 11 Persen Tahun Ini

Iwan Nurwanto • Minggu, 1 Maret 2026 | 19:45 WIB

Photo
Photo

JOGJA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja terus menggenjot realisasi program satu alat pemadam api ringan (APAR) di setiap RT.

Langkah ini dilakukan menyusul tingginya potensi kebakaran di wilayah kota, terutama di kawasan permukiman yang padat.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengatakan, menarget 350 RT bisa memiliki masing-masing satu unit APAR awal tahun ini.

Tahun sebelumnya baru 210 RT yang sudah menyelesaikan program satu RT satu APAR.

“Jadi kami harapkan capaian program satu RT satu APAR bisa menyentuh sekitar 11 persen dari total 2.535 RT di Kota Jogja,” ujarnya di Balai Kota Jogja, Jumat (28/2/2026).

Taokhid mengakui, realisasi program satu RT satu APAR memang tidak mudah. Sebab kebijakan efisiensi anggaran cukup berpengaruh terhadap pengadaan alat pemadam kebakaran kategori kecil tersebut.

“Sehingga kami dorong RT untuk mengusahakan secara mandiri atau bermitra dengan pelaku usaha setempat,” katanya.

Mantan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Jogja itu menyampaikan, penguatan di tingkat wilayah memang menjadi hal penting.

Sebab dapat memaksimalkan penanganan kebakaran yang cepat dan efisien.

Sehingga selain fokus meningkatkan program satu RT satu APAR, instansi ini juga melakukan penguatan kelembagaan relawan kebakaran. Supaya penanganan kebakaran lebih terkonsolidasi di tingkat kelurahan.

Adapun, data terakhir jumlah relawan kebakaran di Kota Jogja mencapai sekitar 750 orang.

Tahun ini jumlah itu akan dilakukan verifikasi ulang guna memastikan keaktifan relawan di masing-masing wilayah.

Lebih lanjut, perihal data kejadian kebakaran di Kota Jogja pada Februari tahun ini tercatat nihil kasus.

Sementara pada Januari tercatat tujuh kejadian kebakaran. Masyarakat pun diminta tetap waspada.

“Karena musim hujan tidak serta-merta menghilangkan potensi kebakaran,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro menilai kolaborasi menjadi satu hal penting untuk membangun kesadaran serta kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran.

Baik itu antara pemerintah dengan dunia usaha maupun masyarakat.

Seno menegaskan, pencegahan kebakaran harus dimulai dari desain bangunan yang memenuhi standar proteksi.

Kemudian juga didukung dengan konsistensi penghuni dalam menerapkan sistem keselamatan.

“Pelatihan, pendampingan, dan pembinaan kepada warga perlu berjalan lebih intensif terutama di kawasan padat penduduk. Perlu juga pemetaan wilayah rawan kebakaran serta peningkatan sarana keselamatan,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Satu RT #permukiman padat #Kebakaran #alat pemadam api ringan #apar #Damkarmat