Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Kelangkaan, Kuota Elpiji di Yogyakarta Ditambah 22.000 Tabung di Momen Idul Fitri

Iwan Nurwanto • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:44 WIB

Petugas agen elpiji di PT Therus Karya Sejahtera, Mantrijeron, Kota Jogja saat menata tumpukan gas melon, Jumat (27/2/2026).
Petugas agen elpiji di PT Therus Karya Sejahtera, Mantrijeron, Kota Jogja saat menata tumpukan gas melon, Jumat (27/2/2026).

JOGJA - Antisipasi kelangkaan bahan pokok di momen lebaran mulai dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan gas melon yang kerap mengalami gejolak permintaan di menjelang hari raya.

Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY Lustyo mengatakan, di momen lebaran tahun ini pihaknya mengajukan tambahan kuota sebanyak 22.000 tabung ke Pertamina. Penyaluran kuota fakultatif gas melon itu dikhususkan untuk Kota Jogja. Serta dijadwalkan penyalurannya pada sehari sebelum atau sesudah lebaran.

Penambahan kuota fakultatif gas melon di momen lebaran itu dua kali lipat dibandingkan konsumsi hari biasa. Sehingga diharapkan bisa mencegah kelangkaan atau kenaikan harga di masyarakat.

“Jadi nanti di hari raya Idul Fitri nanti akan ada tambahan sejumlah itu (22.000 tabung). Mungkin bisa disebar di H+1 atau di H-1,” ujar Lustyo di sela pemantauan agen elpiji PT Therus Karya Sejahtera, Jumat (27/2/2026).

Selain pemantauan ketersediaan gas di agen elpiji, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY juga melakukan pemantauan di Superindo Jalan Bantul, Mantrijeron.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Jogja Dedi Budiono menyampaikan, dari hasil pemantauan salah satu toko modern itu pihaknya tidak menemukan lonjakan harga yang signifikan. Baik permintaan maupun ketersediaan bahan pokok tergolong normal.

Dedi berharap, melalui pemantauan rutin yang dilakukan bersama TPID DIY bisa terus menjaga kestabilan harga hingga Idul Fitri nanti. Pun Pemkot Jogja juga sudah melakukan kerjasama agar pasokan bahan pokok tetap terjaga.

“Bahan pokok saya kira tidak ada persoalan. Untuk sayuran Dinas Perdagangan juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa daerah misalkan dengan Kulon Progo, Bantul, dan Magelang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) DIY Eling Priswanto mengungkapkan, pemantauan juga dilakukan pada pasar tradisional di seluruh DIY. Hasilnya tidak ada lonjakan harga di luar kewajaran. Kemudian di toko modern juga masih aman.

Eling meminta masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Sebab stok komoditas bahan pokok tergolong cukup aman.

Baik itu sayuran, beras, gula, maupun produk pabrikan.

“Kalaupun artinya ada lonjakan harga itu wajar tiap tahun seperti itu, cuman range-nya itu masih dalam kisaran yang kami harapkan,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kelangkaan #gas elpiji #idul fitri #gas melon