JOGJA- Wafatnya aktivis pencipta lagu "Darah Juang" Johnson Marhasak Lumbantobing atau John Tobing meninggalkan kepedihan yang mendalam khususnya bagi keluarganya.
John Tobing meninggal mendadak karena henti jantung.
"Ini mendadak sih, sebetulnya. Kami dari keluarga itu pas sedang di rumah, karena di rumah sakit itu (John Tobing) dimasukkan ke ruang ICU, tidak bisa ditunggu," ujar anak bungsu John Tobing, Gopas Kibar Syang Proudy saat ditemui di rumah duka Arimatea RS Bethesda, Jogja, Kamis (26/2/2026).
Menurut Gopas, Ayahnya memang beberapa bulan belakangan bolak-balik masuk RS.
Sempat dirawat selama dua bulan di rumah sakit pada akhir tahun 2025.
"29 November balik ke rumah 28 Januari," imbuhnya.
Kemudian John Tobing kembali masuk rumah sakit lagi di awal Februari tahun ini selama satu minggu di RS Hermina Jogja.
Ia sempat balik ke rumah dan kembali masuk ke RS pada Rabu (25/2/2026).
"Rabu dini hari, masuk lagi karena penurunan kesadaran itu," bebernya.
Pada hari itu juga, tepatnya pukul 20.45 Jhon Tobing dikabarkan meninggal dunia di RSA UGM.
Keluarga yang saat itu berada di rumah mendapatkan kabar dari telepon bahwa Jhon Tobing henti jantung.
"Terus katanya memang Bapak henti jantung. Henti jantung dan memang tidak kembali berdetak dan akhirnya kami semua langsung datang ke rumah sakit. Kami belum cukup siap juga sebetulnya karena dadakan itu," jelasnya.
Setahu Gopas, ayahnya mempunyai riwayat sakit stroke.
Jhon Tobing mengonsumsi obat tensi dan gula darah.
Namun, yang dikonsumsi rutin hanya obat tensi.
Diakui memang kondisi terakhir ayahnya belum bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
"Karena memang kondisi kaki, tangannya itu belum bisa bergerak sendiri. Cuma akhir-akhir ini memang setelah difisioterapi dan segala macamnya, memang sudah bisa mulai ada pergerakan," paparnya.
Pantauan Radar Jogja, sekitar pukul 12.00 para takziah mendatangi rumah duka Arimatea RS Bethesda untuk melepas sang pejuang Reformasi 1998 tersebut.
Karangan bunga memenuhi dinding-dinding di sekitar lokasi.
Beberapa tokoh aktivis senior dan kolega John Tobing juga terlihat di lokasi. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin