JOGJA - Sejumlah kriteria kesiapan pembangunan ulang Jembatan Kewek kini telah masuk tahap final.
Pelaksanaan fisik pun ditargetkan sesuai jadwal pada bulan April mendatang.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Hasri Nilam Baswari mengatakan, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang menjadi tahapan krusial pembangunan jembatan sudah selesai.
Kemudian dokumen Detail Engineering Design (DED) juga telah memasuki tahap finalisasi.
Sehingga administrasi pembangunan Jembatan Kewek kini hanya tinggal menyelesaikan dokumen lingkungan dan rekomendasi pemanfaatan sumber daya air dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO).
Setelah itu, pemerintah kota (pemkot) tinggal menunggu kesiapan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan dari pemerintah pusat.
“Sebab untuk pembangunan fisik jembatan dan penataan taman di samping jembatan menggunakan APBN,” ujar Nilam di Balai Kota Jogja, Selasa (24/2/2026).
Mantan Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan itu mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan uji tanah untuk menentukan kedalaman pondasi jembatan.
Hasilnya, penopang struktur Jembatan Kewek kemungkinan ditanam pada kedalaman 20 meter.
Nilam menyatakan, seiring dengan pembangunan jembatan pihaknya juga melakukam revitalisasi terhadap area trotoar di sekitar Jembatan Kewek.
Guna mendukung estetika fisik jembatan dan taman pasca revitalisasi.
Sekaligus mengoptimalkan fungsi pedestrian di sekitar Malioboro.
Bentuk pekerjaan yang dilakukan dengan pelebaran trotoar dari semula 1,3 meter menjadi 2 meter.
Kemudian lantai trotoar yang sebelumnya menggunakan batako juga akan diganti dengan menggunakan batu alam.
“Karena kami melihat kemarin (parkir bus) Menara Kopi itu banyak pengunjungnya yang jalan kaki ke Malioboro, dengan trotoar lebih lebar harapannya pejalan kaki lebih nyaman dan aman,” jelas Nilam.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengungkapkan bahwa pelebaran trotoar di Jembatan Kewek merupakan usulan pihaknya.
Sebab menurutnya pedestrian Malioboro harus didukung dengan fasilitas pejalan kaki yang aman.
Politisi Partai Golkar itu juga mendorong pemkot agar dapat memastikan keindahan taman di sekitar jembatan.
Supaya wisatawan lebih betah berjalan kaki dari eks Menara Kopi menuju jantung wisata di Kota Jogja.
“Penyesuaian pedestrian Malioboro harus didukung,” tegas Seno. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin