Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui siaran pers resmi memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama periode 23-28 Februari 2026. BPBD DIY langsung menyebarkan peringatan dini ini melalui akun resmi @TRCBPBDDIY di X pada Senin (23/2/2026) pagi.Menurut analisis BMKG, kondisi ini dipicu oleh adanya pola siklonik di Samudera Hindia bagian selatan Jawa, yang membentuk shearline (belokan angin) serta zona konvergensi di sepanjang Pulau Jawa. Akibatnya, wilayah DIY berpotensi mengalami: Hujan sedang hingga lebat
Kilat/petir
Angin kencang
Potensi hujan ekstrem di beberapa titik (intensitas >50 mm/hari di area tertentu)
Wilayah yang perlu diwaspadai khusus meliputi:
Sleman (terutama lereng Merapi dan sekitar Kaliurang)
Bantul (bagian timur-selatan dan pesisir)
Gunungkidul (daerah perbukitan dan karst)
Kulon Progo (wilayah pegunungan Menoreh)
Kota Yogyakarta (kawasan urban rawan genangan)
BMKG dan BPBD DIY menekankan potensi dampak sekunder seperti:
Banjir bandang di daerah aliran sungai
Tanah longsor di lereng curam
Pohon tumbang akibat angin kencang
Gangguan transportasi dan listrik
Imbauan kepada masyarakat Hindari aktivitas di bantaran sungai dan lereng curam saat hujan lebat
Pastikan saluran air dan drainase rumah bersih dari sampah
Siapkan tas darurat dan ikuti arahan petugas BPBD setempat
Pantau update cuaca secara real-time melalui: Situs resmi BMKG: www.bmkg.go.id
Aplikasi Info BMKG (Play Store / App Store)
Hotline BPBD DIY: 0851-0363-0700
Peringatan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan sistem cuaca. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada penuh selama periode tersebut. (iwa)
Sumber: Siaran pers BMKG Yogyakarta & akun resmi TRC BPBD DIY (@TRCBPBDDIY)
Editor : Iwa Ikhwanudin