JOGJA - Kenaikan harga komoditas bahan pokok di bulan Ramadan mulai tampak di Kota Jogja.
Terutama cabai rawit yang cukup mencolok menyentuh Rp 84 ribu per kilogram (kg). Disusul daging ayam yang sudah mencapai Rp 40 ribu per kg.
Masyarakat diminta tidak panik dengan membeli secara berlebihan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, kenaikan harga di bulan Ramadan lumrah terjadi.
Sehingga dia meminta masyarakat agar tidak perlu panik. Pun ketersediaannya masih mencukupi.
“Untuk ketahanan pangan kita berada di rentang waktu satu setengah sampai dua bulan ke depan masih aman,” ujar Vero sapaannya, Jumat (20/2/2026).
Dia menyatakan, operasi pasar juga akan dilakukan untuk menjaga kestabilan harga pangan.
Untuk komoditas beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih sudah tersalur 18 ton.
Kemudian komoditas telur ayam ras telah tersalurkan 4 ton di Pasar Beringharjo dan Prawirotaman.
Upaya menjaga inflasi harga bahan pokok juga dilakukan lewat pasar murah di 14 kemantren.
Serta Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo, Prawirotaman, Kranggan, dan Sentul.
“Terkait pengawasan kualitas produk, kami telah melakukan pemantauan terhadap kualitas dan mutu produk di pasar rakyat maupun ritel bersama instansi terkait,” beber Vero.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja Sri Riswanti menyampaikan, meski meroket harga komoditas daging ayam ras dan cabai rawit masih dalam batas acuan pemerintah.
Dia pun meminta agar masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau membeli komoditas secara berlebihan.
“Kami sudah antisipasi, memastikan pasokan cukup memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri,” tegas Riswanti. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita