JOGJA - Musim penghujan membawa masalah pengelolaan sampah di Kota Jogja. Bahkan, pengangkutan sampah di dua depo mandek.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Rajwan Taufiq mengatakan, dua lokasi yang mengalami kendala itu berada di Depo Bonbin dan Depo Tamansari. Kedua tempat penampungan sampah itu dalam kondisi membeludak.
Rajwan menyampaikan, pihaknya belum bisa membersihkan dua depo tersebut dalam waktu dekat ini. Lantaran proses pengolahan di unit pengolahan sampah (UPS) milik pemkot terkendala kondisi sampah basah.
“Sampah yang basah karena hujan beberapa hari ini memengaruhi proses kecepatan penanganan sampah di UPS,” ujar Rajwan Rabu (18/2).
DLH Kota Jogja, lanjuntya, kini sudah menjadwalkan pengosongan di dua depo tersebut. Maksimal sebelum Lebaran sudah bersih seperti 12 depo lain di Kota Jogja.
Rajwan mengakui, pengosongan dua depo tersebut perlu pengerahan armada yang cukup banyak. Lantaran masing-masing depo membutuhkan minimal 20 kali pengangkutan armada truk.
Selain permasalahan cuaca, di masa libur panjang Imlek ini Kota Jogja juga mendapatkan tambahan sampah 20 ton per hari dari aktivitas pariwisata.
“Sehingga Depo Tamansari dan Bonbin masih dalam penjadwalan pengkondisian,” jelas Rajwan.
Pantauan Radar Jogja di Depo Tamansari, kondisi sampah membeludak dan dalam kondisi basah. Bau yang juga timbul menyengat dan mengganggu pengguna kendaraan. Karena letak depo berada tepat di pinggir Jalan Suryowijayan, Mantrijeron, dan simpang empat Tamansari.
Salah satu pengguna jalan Yohanes Wahyu mengaku, sangat terganggu dengan tumpukan sampah di Depo Tamansari. Lantaran bau yang ditimbulkan cukup menyengat dan membuat tidak nyaman ketika menunggu lampu merah.
“Cukup mengganggu bau sampahnya, harapannya segera dibersihkan saja deponya,” desak Wahyu. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita