Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bludak Lagi! Sampah Depo Pasar Serangan hingga Tutup Hampir Seperempat Jalan, Air Lindi Menggenang hingga Ciprat Kendaraan

Iwan Nurwanto • Selasa, 17 Februari 2026 | 19:02 WIB

 

MEMBLUDAK: Tumpukan sampah di Depo Serangan pada Selasa (17/2/2026) siang. Kondisi tersebut mengganggu pengunjung pasar maupun pengguna jalan.  
MEMBLUDAK: Tumpukan sampah di Depo Serangan pada Selasa (17/2/2026) siang. Kondisi tersebut mengganggu pengunjung pasar maupun pengguna jalan.  

JOGJA – Masalah pelik sampah di Kota Jogja tak kunjung selesai. Lagi, kondisi Depo Serangan penuh dengan tumpukan sampah. Bahkan sampai menutup sebagian badan jalan.

Pantauan Radar Jogja, kantong sampah yang ditutup dengan terpal hampir menutup seperempat badan jalan.

Kondisi itu dinilai mengganggu pengguna jalan yang melintas di Jalan RE Martadinata maupun pengunjung pasar.

Sudaryanti misalnya, warga Kemantren Wirobrajan ini mengaku terganggu bau busuk yang ditimbulkan. Lantaran depo terletak tidak jauh dari pintu selatan Pasar Serangan.

Dia berharap agar permasalahan tumpukan sampah di depo tersebut diatasi. Lantaran kondisi depo yang menggunung sampah sudah terjadi berhari-hari.

“Saya minggu lalu  ke Pasar Serangan, hari ini kondisi depo masih belum berkurang tumpukannya,” ujar Sudaryanti saat ditemui, Selasa (17/2/2026).

Selain dikeluhkan pengunjung Pasar Serangan, Dwi salah satu pengguna kendaraan juga merasa terganggu dengan kondisi Depo Serangan. Sebab tumpukan sampah mengeluarkan air lindi yang menggenang. 

Dwi mengaku sempat kaget terciprat air lindi. Lantaran dia tidak sadar ada genangan air yang timbul dari tumpukan sampah di bawah kendaraannya. 

“Tadi lewat tiba-tiba nyeprot dari roda kendaraan, sampai rumah baru sadar kalau itu lindi, bau banget,” ungkap warga Kelurahan Pakuncen ini.

Namun sudah diolah dengan berbagai model. Misalnya sampah organik menjadi pupuk, pakan ternak, hingga pakan maggot. “Kami memang tidak buang ke depo,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq menyatakan, hingga kini mengalami kendala dalam penanganan sampah di Depo Serangan.

Pertama, karena kondisi sampah yang basah akibat hujan dalam beberapa hari terakhir.

Sehingga berpengaruh terhadap kecepatan penanganan di unit pengolahan sampah (UPS).

Kemudian masalah lain, pasokan sampah harian juga bertambah selama masa libur panjang ini.

Per hari mencapai 20 ton. Meskipun demikian, Rajwan mengklaim mayoritas sampah di depo sudah teratasi. Dari total 14 depo ada 11 yang kondisinya kosong 80 persen.

“Sedang yang tiga depo, yaitu Serangan, Tamansari dan Bonbin dalam penjadwalan untuk pengkondisian,” terangnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#membludak #DLH Kota Jogja #Kota Jogja #Sampah #Depo Serangan #air lindi