Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lusy Laksita; Mentor MC dan Penyiar Senior Geronimo FM Jogja Berpulang, Tak Pamrih Beri Koreksi, Teman Baik Para Pelaku Seni

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 16 Februari 2026 | 20:27 WIB

 

BERDUKA: Suasana rumah duka Lusy Laksita di Rumah Sakit Panti Rapih Jogja, kemarin (16/2). siang.
BERDUKA: Suasana rumah duka Lusy Laksita di Rumah Sakit Panti Rapih Jogja, kemarin (16/2). siang.

JOGJA - Dunia seni dan panggung hiburan kembali berduka. Lucia Saddewi Dwi Intani atau yang dikenal dengan nama Lusy Laksita, 59, meninggal dunia Minggu (15/2) malam pukul 23.15. Sosok penyiar senior sekaligus General Manager Geronimo FM Jogja itu pun membekas di hati sahabat dan koleganya.

Suasana duka menyelimuti rumah duka Rumah Sakit Panti Rapih Jogja Senin (16/2) siang. Ratusan pelayat silih berganti untuk melihat Lusi kali terakhir. Sejumlah seniman dan pelaku panggung hiburan juga tampak.

Salah satunya Yati Pesek. Perempuan bernama asli Suyati ini mengenang sosok Lusy sebagai teman yang baik. Seniman senior sekaligus pelawak ini mengenal dengan wanita kelahiran 23 Februari 1967 itu sejak masih berusia remaja. Pertemuan pertama mereka di studio TVRI dalam sebuah program siaran bulan Ramadan.

Yati mengatakan, Lusy merupakan wanita yang enerjik dan ramah. Selain itu, sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin dekat dengannya. Sehingga, kehadirannya di lingkungan pertemanan pelaku seni dan hiburan sangat ditunggu-tunggu.

"Mbak Lusy itu orangnya semangat banget, cekatan, dan ramah dengan siapa saja. Maka tidak heran jika yang takziah ini banyak banget,” ujar pemain ketoprak kelahiran 8 September 1952 ini di rumah duka.

Sosok Lusy juga dianggap sebagai mentor oleh kalangan master of ceremony (MC). Alit Jevi Prabangkoro menyampaikan, mendiang merupakan guru bagi para pembawa acara panggung di Jogja. Sosoknya tidak pelit berbagi dan tidak pamrih memberikan koreksi.

Pria yang akrab dengan nama panggung Alit Jabang Bayi itu pun tidak lupa bagaimana Lusy memberitahu tentang detail-detail pembawaan acara panggung. Misalnya tentang cara memegang mikrofon dan tata bahasa yang benar.

"Pesan Mama Lusy kepada kami itu jangan membenarkan yang biasa, tapi membiasakan yang benar,” terang Alit.

Salah seorang murid Lusy, Gundhi Anditya juga paham betul bagaimana mentornya mengajarkan tentang kedisiplinan sebagai pembawa acara. Mulai dari persiapan gladi resik sampai pembuatan cue card jika penyelenggara tidak menyediakan bagi MC.

Lebih dari itu, MC yang kondang dengan nama panggung Gundhissos ini juga mengganggap almarhumah sebagai konsultan. Lantaran sangat murah hati ketika diajak berdiskusi. Berbeda dengan MC senior pada umumnya yang cenderung mengagung-agungkan pencapaian pribadi. “Mama itu menuntun dan sharing, serta memang jadi kayak konsultan,” tandas Gundhi.

Misa pemberkatan jenazah (requiem) dilakukan Senin malam pukul 19.00 dipimpin Romo C. Aria Prabantara SJ (Romo Tito) dan ibadat pelepasan pada Selasa (17/2) pukul 10.00. Untuk pemakaman dilaksanakan pukul 13.00 di Makam Gunung Tambalan, Bantul. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Lusy laksita #Yati Pesek #Geronimo FM #meninggal dunia #panggung hiburan #Dunia Seni #tvri #penyiar #Rumah Sakit Panti Rapih