JOGJA - Perayaan Tahun Baru Imlek di kebanyakan Kelenteng tak bisa dilepaskan dari beberapa item hiasan khas seperti lilin dan lampion. Warna pilihannya pun dominan merah. Bukan tanpa alasan, pesan spiritual kuat terkandung dalam hiasan itu.
Seperti halnya di Kelenteng Fuk Ling Miau yang berlokasi di Gondomanan, Jogja. Saat masuk ke gerbang utama, puluhan lampion berukuran sedang telah terpasang rapi di langit-langit parkiran. Warnanya merah, senada dengan warna bangunan Kelenteng yang telah berdiri sejak tahun 1846-an itu.
Tak hanya di luar, lampion juga tersebar di seluruh bangunan dalam kelenteng. Beberapa item seperti kursi dan meja juga oleh masyarakat Tionghoa dilapisi dengan kain berwarna merah. Merah seperti menjadi warna yang khas dalam budaya Tionghoa.
"Merah itu kan bahagia," ujar Ketua Yayasan Fuk Ling Miau, Ang Piang Siang saat ditemui di Kelenteng Fuk Ling Miau, Minggu (15/2/2026).
Keidentikan merah dengan Tionghoa dan Tahun Baru Imlek bukan tanpa alasan. Lampion atau deng long merupakan simbol keberuntungan, kemakmuran, kebahagiaan dan keberuntungan dalam budaya Tionghoa. Kehadiran lampion juga diyakini sebagai tolak bala dan roh jahat.
"Lampion itu akan lebih meriah lagi ketika perayaan Cap Go Meh yang akan dilaksanakan 15 hari setelah Imlek," bebernya.
Angling Wijaya, nama Jawa Ang Piang Siang mengatakan, lilin juga menjadi hiasan identik dalam budaya Tionghoa, khususnya perayaan Imlek. Di Kelenteng itu terdapat ratusan lilin dengan berbagai macam ukuran. Dari kecil, sedang hingga besar seukuran tiang penyangga rumah. "Paling besar itu tingginya sekitar tiga meter," ucapnya.
Sama seperti lampion, lilin juga sarat akan nilai spiritualitas dalam kebudayaan Tionghoa. Mereka percaya bahwa lilin itu sebagai penerang rezeki, simbol kehidupan dan wujud persembahan atau doa di setiap altar kelenteng.
"Lilin itu merupakan sumbangan dari para pengusaha yang menginginkan keberkahan dan kelancaran dalam usahanya," jelasnya.
Sudah menjadi tradisi di kelenteng apabila Tahun Baru Imlek, banyak pengusaha yang menyumbang lilin. Pada malam sebelum perayaan Imlek, lilin tersebut akan dinyalakan untuk menemani para pengunjung kelenteng memanjatkan doa di altar.
Berdasarkan penanggalan lunar Imlek tahun ini masuk ke dalam Tahun Kuda Api. Shio Kuda Api dimaknai sebagai kekuatan untuk menambah semangat masyarakat Indonesia. Menjadikan setiap tindakan melesat maju menuju kesejahteraan.
"Kuda itu kan kuat, larinya juga kuat. Mudah-mudahan bangsa Indonesia diberi rezeki, kekuatan, dan kenyamanan," tandasnya. (oso/laz)
Editor : Herpri Kartun